Berita Terkini

Memakai Tanda Pangkat, Bukan untuk Gagah-Gagahan


KUNINGAN - Pemakaian atribut tanda pangkat bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemkab Kuningan mulai diberlakukan Senin (02/4/2018). Plt Bupati Kuningan, Dede Sembada mengatakan bahwa pemakaian tanda pangkat tersebut dilakukan untuk meningkatkan disiplin ASN dalam berperilaku dan berpakaian.

" Pemberlakuan pemakaian tanda pangkat ini akan dilakukan secara bertahap, nanti ada tanda jabatan juga. Dan kaitan dengan pendanaannya tidak dibebankan kepada APBD, " ungkapnya.

Para ASN, menurutnya dipersilakan untuk membeli atribut tanda pangkat itu secara swadaya.

Terpisah, Kabag Organisasi dan Pendayagunaan, Agus Basuki, menjelaskan tujuan pemakaian tanda pangkat ASN adalah untuk meningkatkan tanggungjawab terhadap jabatan yang diembannya, selain dispilin dan kewibawaan ASN.

" Jika ini bisa terlaksana, mudah-mudahan aparatur negara di Kabupaten Kuningan bisa lebih baik dalam kinerjanya, " terang Agus.

Ke depannya, jika ada ASN yang tidak menggunakan tanda pangkat, Agus menjelaskan, bahwa terkait dengan norma dan sanksinya, diserahkan kepada pribadi ASN itu sendiri.

" Kita tidak mengatur itu, bahwa bagi yang tidak memakai tanda pangkat akan ada sanksi, namun kita tetap menekankan bahwa tanda pangkat ini adalah atribut yang harus dipakai oleh seorang ASN, " tandasnya.

Agus juga menerangkan terkait tanda pangkat tersebut, untuk ASN Golongan I/A sampai I/D nanti akan terlihat stripnya berwarna merah. Sedangkan untuk Golongan II, stripnya berwarna silver berbahan logam, dan untuk Golongan III stripnya berwarna kuning emas.

" Dan untuk Golongan empat tandanya bukan strip tapi melati. Baik tanda strip maupun melati, jumlahnya berbeda untuk setiap golongan kepangkatan, mulai dari satu hingga tiga, " papar Agus.

Terpisah, Kabag Humas Setda Kuningan, Wahyu Hidayah, saat ditanya terkait pemakaian tanda pangkat mengungkapkan bahwa hal itu bukan untuk membuat ASN merasa gagah.

" Minimal ASN yang memakai tanda pangkat ini akan malu dengan tanda pangkat di pundaknya jika bekerja asal-asalan, " ungkap Wahyu.

Bahkan, dirinya mengakui bahwa dengan memakai tanda pangkat ini, ASN harus lebih rapi dalam berpakaian. " Saya sendiri malu jika dengan tanda pangkat ini tapi tidak memakai sepatu, atau bawah bajunya tidak dimasukkan ke celana, " tukasnya.