Berita Terkini

Satu Tahun Kiprah JPU, Terus Bantu Dhuafa Secara Independen


KUNINGAN - Jaring Pengaman Umat (JPU) Kabupaten Kuningan sebuah komunitas sosial independen, yang dibangun berdasarkan kesamaan kepedulian terhadap aksi-aksi sosial kemasyarakatan untuk membantu masalah-masalah sosial yang ada di masyarakat.

Hal tersebut diungkapkan Koordinator JPU, dr Elly Wijaya Nursyam SpPD, MH. Kes, MM, Finasim melalui Penanggung Jawab Divisi Sosial JPU, Sulastri, Senin (16/4/2018), di sekretariat JPU, Jalan Moch Toha Desa Kedungarum Kuningan.

Menurut Sulastri, JPU yang besok (17/4/2018) genap menginjak satu tahun berkiprah di kegiatan sosial akan terus membantu kaum yang membutuhkan (dhu'afa) tanpa ada kaitannya dengan pelaksanaan Pilkada Kuningan.

"Tahun ini adalah tahun politik jadi ada saja yang menaruh curiga bahwa kegiatan JPU ada sangkut pautnya dengan Pilkada. Untuk itu kami tegaskan sekali lagi bahwa JPU murni sosial dan tidak ada kaitan dengan politik," tandasnya.

Sulastri menambahkan, bahwa JPU sudah berjalan sebelum Pilkada dan akan terus berjalan setelah Pilkada. Ia juga mengatakan bahwa JPU adalah forum komunikasi dan aksi yang independen, bukan program pemerintah dan tidak dibawahi oleh dinas apapun.

" Keterlibatan pemerintah daerah dalam JPU hanyalah sebagai anggota yang memang bersama-sama pihak lain baik swasta, komunitas maupun perorangan untuk bersinergi melalui komunikasi yang dibangun dengan baik sehingga mampu membantu masalah-masalah yang ada di masyarakat, " papar Sulastri.

Pihaknya memandang masalah yang ada di masyarakat merupakan tanggung jawab bersama, untuk itu, imbuhnya, komunikasi antara pemerintah, swasta, komunitas dan perorangan harus dibangun dengan baik.

" Kami tidak ada kaitan dengan pasangan calon bupati atau partai manapun. JPU tidak melarang anggotanya untuk terlibat politik secara pribadi namun dilarang mengaitkan JPU secara keorganisasian untuk menjaga netralitas JPU yang hanya fokus membantu dengan niat Lillahita'ala," katanya.

Komitmen JPU terlihat dalam salah satu aksi pemberian bantuan rutin kepada Tety, warga Desa Ciporang, Kecamatan Maleber, Kabupaten Kuningan, Ahad (15/04/2018)

Tety merupakan salah satu mitra JPU yang mendapat bantuan rutin untuk keperluan sehari-hari seperti pampers, sembako dan lain-lain. Tety menderita lumpuh sejak 8 tahun lalu. Setelah orang tuanya meninggal, Tety tinggal seorang diri di rumah warisan peninggalan orang tuanya dan diurus oleh kakak ipar yang tinggal dirumah sebelahnya.

" Tety merupakan salah satu dari lima puluh orang dhu'afa zona merah yang rutin mendapat bantuan pangan dari Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan melalui program JPU setiap bulannya," tukas Sulastri di lokasi santunan. (nars)