Berita Terkini

MENGGAPAI LAILATUR QADAR, INI DO'A YANG DISARANKAN RASULULLAH SAW



KHAZANAH - Bulan Suci Ramadhan 1439 Hijriyah sudah memasuki fase kedua, sepuluh hari kedua. Bulan penuh rahmat ini pun, Rabu besok (30/5/2018), memasuki hari ke-14. Artinya, sudah setengahnya Ummat Islam menjalankan Ibadah Puasa.

Yang paling dinantikan Ummat Islam di saat-saat terakhir Ramadhan adalah kedatangan satu malam yang teramat mulia, malam yang lebih baik dari seribu bulan, Lailatul Qadar.

Sebagaimana difirmankan Allah SWT dalam Al Qur'an, Surah Al-Qadr Ayat 1-5 yang artinya: " Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur'an) pada malam qadar. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan. Pada malam itu turun para malaikat dan ruh (Jibril) dengan izin Tuhannya untuk mengatur semua urusan. Sejahteralah (malam itu) sampai terbit fajar".

Pengasuh Lembaga Pengembangan Dakwah (LPD) Al-Bahjah, Cirebon, Yahya Zainul Ma'arif, atau yang dikenal dengan Buya Yahya, menuliskan dalam halaman online buyayahya.org, bahwa ada satu do'a yang bisa dibacakan untuk menyambut datangnya Malam Lailatul Qadar.

Nabi SAW mengajarkan kepada Sayyidatina Siti Aisyah r.a. bacaan untuk menyambut malam Lailatul Qodar yaitu :

عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ الله عَنْهَا قَالَتْ: قُلْتُ: "يَا رَسُولَ اللَّهِ، أَرَأَيْتَ إِنْ عَلِمْتُ أَيُّ لَيْلَةٍ لَيْلَةُ الْقَدْرِ مَا أَقُولُ فِيهَا؟"، قَالَ: "قُولِي: اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ كَرِيمٌ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي"(أخرجه الترمذي))

ALLAHUMMA INNAKA ‘AFUWWUN KARIIM, TUHIBBUL ‘AFWA FA’FU ANNA

Diriwayatkan dari Sayyidatina Aisyah r.a.h. Beliau berkata : “ Wahai Rasulallah, jika aku melihat Lailatul Qodar apa kiranya yang aku baca di malam itu?” Nabi SAW menjawab : “ Bacalah : Ya Allah sesungguhnya Engkau Maha Pengampun dan Maha Pemurah, Dzat yang senang memberi pengampunan. Maka ampunilah aku Ya Allah ” . (H.R. At-Tirmidzi)*

Selain memanjatkan do'a tersebut, Ummat Islam diajak untuk memperbanyak amal shaleh di Bulan Ramadhan ini. " Mulai dari dzikir, istighfar, doa, sholat, membaca Al-Qur’an, sedekah dan lain-lainya sebagai bukti kerinduan kita untuk menjadi orang yang berjaya di bulan Ramadhan, " tulisnya.

Semoga Allah memberikan kepada kita pemahaman yang benar, ilmu yang manfaat dan menjadikan kita hamba yang kembali kepada Allah SWT dengan pengampunan di bulan Ramadhan dan mendapatkan pahala yang berlipat ganda.

Nabi Muhammad SAW juga mengajarkan kepada umatnya untuk melakukan iktikaf, berdiam diri dan berdoa di dalam masjid saat menyambut malam yang mulia tersebut. Ketika melakukan iktikaf, seseorang dianjurkan untuk memperbanyak doa dan bacaan Alquran atau bahkan bacaan-bacaan lain yang dapat memperkaya iman dan ketakwaan.

Adapun cara Nabi Muhammad beserta sahabat dan keluarganya beiktikaf di masjid adalah dengan melakukan salat tahajud, membaca kitab suci dan merenung sambil berdoa. (Nars-Berbagai Sumber)



Keterangan : (HR. Tirmidzi no. 3513 dan Ibnu Majah no. 3850. Abu ‘Isa At Tirmidzi mengatakan bahwa hadits ini hasan shahih. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa hadits ini shahih). Hadits ini dibawakan oleh Imam Tirmidzi dalam bab “Keutamaan meminta maaf dan ampunan pada Allah”. Hadits di atas disebutkan pula oleh Ibnu Hajar dalam Bulughul Marom pada hadits no. 706.