Berita Terkini

TANAH LONGSOR DI DESA GUNUNGACI, SATU ORANG MENINGGAL TERTIMBUN LONGSORAN




SUBANG - Hujan lebat yang berlangsung cukup lama, Sabtu (19/5/2018) sore, mengakibatkan terjadi bencana tanah longsor di Hutan Blok Merdin Kancana Desa Gunungaci, Kecamatan Subang, Kabupaten Kuningan. 

Akibat bencana tersebut, satu orang dilaporkan meninggal dunia, setelah dilakukan pencarian hingga malam hari oleh warga bersama aparat. 

Korban meninggal diketahui bernama Sarkiwa (60), warga Dusun Kancana, Desa Gunungaci, Kecamatan Subang. Saat terjadi bencana longsor, menurut warga setempat, korban sedang sedang menyalurkan air ke kolam ikan miliknya.


Berdasarkan keterangan yang diterima kuninganreligi.com dari Babinsa Kodim 0615/Kuningan, Desa Gunungaci, Serda Momon, sebelum kejadian turunnya hujan, korban diketahui sedang memanen kopi di lokasi longsoran bersama keluarganya.

" Sebelum hujan, korban bersama keluarga sempat menjemur kopi hasil panen. Saat turun hujan keluarga Sarkiwa pulang sekitar pukul 17.00, sedangkan Sarkiwa bersama keponakannya tidak pulang, tetapi mengalirkan air ke kolam ikan, " terangnya.

Saat sedang mengalirkan air, jelas Serda Momon, keponakan Sarkiwa melihat tanah longsor dari arah bukit dan berteriak memberi tahu Sarkawi bahwa ada longsor. Malang,  karena kejadian longsor yang begitu cepat, Sarkiwa tidak sempat menyelamatkan diri dan tertimbun material longsoran.

Sontak kejadian tersebut membuat keponakan Sarkiwa, belakangan diketahui bernama Raskat, segera menghubungi warga sekitar dan aparat desa setempat untuk melakukan pencarian korban.



Di tengah rintikan hujan, puluhan warga, bersama Babinsa, Babinkamtibmas dan aparat desa serta kecamatan setempat berupaya melakukan pencarian korban. Akhirnya sekira pukul 20:00 WIB, korban berhasil ditemukan dan dievakuasi.

Sementara, menurut keterangan yang diterima KR, kerugian materil dari bencana longsor belum bisa diperkirakan. Korban Sarkiwa umur 60 tahun, alamat Dusun Kancana Desa Gunungaci Kecamatan Subang. Pekerjaan Tani, Agama Islam, korban meninggalkan 1 orang istri bernama Eti Rohaeti (52 th), dan 3 orang anak, Yani (30 th), Ninda (25 th) dan Agit (14 th).(Nars)