Berita Terkini

CABUP ACEP PURNAMA PUJI KULINER KHAS KUNINGAN


KUNINGAN – Mendengar kalimat kuliner nampaknya sudah bukan istilah asing bagi masyarakat di zaman milenial sekarang. Para pihak penyaji pun berlomba untuk berinovasi menyajikan dagangannya, hingga bisa menarik para pecinta kuliner. Ada pula yang bertahan dengan citarasa yang sudah dikenali lidah konsumennya.

Berbicara tentang kuliner, Calon Bupati Kuningan nomor urut 3, Acep Purnama mengaku selalu menyempatkan diri untuk menyicipi jajanan khas Kota Kuda. Di area pertokoan Jalan Siliwangi Kuningan, Ia sering menyempatkan menyantap kuliner usai melakukan aktivitas menyapa masyarakat.

Didampingi beberapa tim sukses dan relawan, Sabtu (23/06/2018), Cabup Acep menyempatkan diri mencicipi kuliner kupat tahu di area pertokoan Siliwangi. 
Tiba di lokasi kuliner, tidak ada yang istimewa. Dari pihak tim maupun penjualnya, tidak ada instruksi untuk mendahulukan pesanan bupati kuningan yang saat ini sedang menjalani cuti. Tidak ada sekat diantara dirinya dengan para pembeli lain, semuanya berbaur dan antri menunggu giliran.

“ Ini merupakan salah satu hobi saya, yakni kuliner jajanan Kuningan. Selepas kegiatan dan perut mulai keroncongan, ya tidak ada salahnya saya memanjakan perut dengan berkuliner. Kuliner di sini itu seru dan makanannya enak-enak, ” kata Acep kepada beberapa awak media yang ada di lokasi.

Ia menilai makanan kuningan itu enak-enak, olahan tangan para penyajinya terus melakukan inovasi untuk sedemikian rupa memanjakan lidah para konsumennya. Dengan berinovasi dan kreatif, katanya, bisa mengangkat nama sehingga dikenal oleh para pecinta kuliner di Kuningan.

“ Orang Kuningan mah harebat, kreatif. Masing-masing pedagang di sini sudah sangat hits di kalangan para pecinta kuliner. Dan bisa membuat para pembelinya untuk kembali lagi berkuliner karena ketagihan, ” terang Acep.

Salah satu pedagang kupat tahu yang biasa mangkal di daerah tersebut, Mang Gozim, mengaku bangga kepada Cabup Acep Purnama. Slogan Merakyat, Sederhana, Peduli, tidak semata tulisan yang tercantum di alat peraga. 

“ Pa Acep mah merakyat teh teu saukur dina tulisan. Beliau mah sering jajan kupat tahu saya. Dan jajannya itu bukan dalam rangka pilkada, tapi beliau merupakan langganan sejak dulu, " ujar Mang Ghozim. 

Ia melihat perbedaan saat para calon yang hanya datang karena moment pilkada dan yang asli langganannya. 

" Ada yang jajan karena untuk pencitraan. Pa Acep mah langganan saya, yang lain mah pulang jajan izin nempelin stiker, ” pungkasnya seraya tersenyum. (nars)