Wednesday, June 6, 2018

kuningan religi

CAWABUP EDO KLARIFIKASI UCAPANNYA TENTANG DUGAAN PUNGLI DI RSUD 45


KUNINGAN - Seperti yang sudah dijanjikannya, Calon Wakil Bupati Kuningan, Nomor Urut 3, Muhamad Ridho Suganda, mau menjawab dan mengklarifikasi beredarnya video dirinya, di media sosial, yang mengaku pernah dipinta uang oleh oknum satpam RSUD'45 untuk mendapatkan nomor antrian.

Dalam sebuah acara buka bersama dengan para awak media liputan Kuningan, Rabu (06/06/2018), anak mantan Bupati Kuningan, Aang Hamid Suganda ini mencoba meluruskan ucapan yang ia lontarkan dalam video yang sempat viral di medsos itu.

"  Emang kenapa banyak yang mempertanyakan lokasi kejadian video itu, kan semua bertanya itu kapan dan dimana, maksudnya untuk apa? " ucap Edo, sapaan akrabnya, membuka klarifikasinya.

Pihaknya malah menyuruh mempertanyakan balik tentang kapan dan dimananya kejadian dalam video tersebut kepada yang mengunggah video pertama kali. 

" Karena saya pun kurang faham kapan itu saya bicara dan sebagainya. Jadi tentang itu kapan saya bicaranya, tanya saja sama yang uploadnya, karena saya juga lupa kapan dan dimananya, " katanya.

Kalau dilihat dari sudut pandang yang lain, imbuhnya, jika video tersebut diputar berulang-ulang, seharusnya bisa melihat latar belakang, kenapa ia bisa berkata seperti yang ada dalam video tersebut.

" Saya juga kenapa harus membicarakan hal itu kalau tidak ada pertanyaan awal dari warga saat itu, itu video yang diuploadnya sepotong-sepotong, tidak utuh, " jelasnya.

" Mungkin sempat ada dari warga yang mengatakan bahwa, kalau sudah jadi (pimpinan daerah-red) nanti, mereka inginkan ada peningkatan pelayanan kesehatan di Kuningan, jangan sampai ada kejadian bla bla bla..., " imbuh Edo didampingi Koordinator Tim Merah Putih, Nana Rusdiana.

Dari sana, Edo mengaku, ia menjelaskan pengalaman pribadinya saat ada di RSUD 45, pernah mendapatkan pengalaman seperti itu. Dan menurutnya, Ia selaku warga Kabupaten Kuningan, sangat tidak mengharapkan hal itu (dugaan pungli-red) bisa terjadi.

" Dan cukuplah Saya saja yang mengalami hal tersebut. Dan kalau kita melihat dari sudut pandang lainnya, hal itu tidak perlu dibesar-besarkan. Karena bagaimana pun juga kalau ada kejadian itu, Saya harap diperbaiki, " tandasnya.

Pihaknya mengharapkan pihak RSUD 45 jangan sampai sensitif menanggapi ucapannya tersebut. Justeru, kata Edo, itu bisa menjadi bahan evaluasi bagi pihak RSUD 45 untuk memperbaiki pelayanannya.

" Kalau tidak salah, di media juga, pihak RSUD 45 dituliskan, mengakui bahwa kejadian tersebut dulu pernah ada, dan orangnya sudah mereka ganti. Artinya, jangan sampai kita punya pandangan yang lain, toh itu pun sudah dijawab oleh pihak RSUD 45, " paparnya.

Terkait, upaya yang dilakukan Plt Bupati Kuningan, Dede Sembada, yang melakukan sidak ke RSUD 45, Edo memandang hal itu sangat baik. Hal itu, menurutnya merupakan sebuah komitmen Pemkab Kuningan, dalam rangka meningkatkan pelayanan kepada masyarakat di bidang kesehatan.

" Apa yang saya sebutkan di video yang beredar itu, tidak lain hanyalah curhatan hati dari saya yang pernah mengalami hal tersebut. Tidak berarti saya men-judge bahwa ini seperti ini," sambung Edo.

Edo juga mengaku, bahwa dirinya tidak mempunyai maksud untuk mendiskreditkan kinerja dari RSUD 45. Justeru, pihaknya bermaksud memberikan sebuah masukan yang baik, agar hal tersebut tidak terjadi lagi ke depannya. (Nars)

kuningan religi

About kuningan religi

Author Description here.. Nulla sagittis convallis. Curabitur consequat. Quisque metus enim, venenatis fermentum, mollis in, porta et, nibh. Duis vulputate elit in elit. Mauris dictum libero id justo.

Subscribe to this Blog via Email :