Berita Terkini

DISEBUT HENGKANG DARI AR KE SENTOSA, WARGA CURHAT KE CABUP ACEP



CIBINGBIN - Persaingan merebut konstituen yang terjadi antara Paslon kandidat kepala daerah di Kabupaten Kuningan semakin meruncing mendekati hari H pencoblosan, 27 Juni 2018 nanti.

Salah satunya, terjadi klaim dukungan relawan yang disebarkan melalui pemberitaan media online. 

Tobari (35), warga Dusun Cikamuning, Desa Cipondok, Kecamatan Cibingbin, Kabupaten Kuningan, merasa diadu domba oleh Paslon Sentosa. Pasalnya, dirinya disebut-sebut dalam sebuah pemberitaan media online, telah hengkang dari relawan AR ke Paslon Sentosa.

Pria yang akrab disapa Toba ini, membantah keras telah menjadi relawan salah satu paslon. Dirinya mengaku hanya menjadi rakyat kecil, yang sehari-hari bekerja sebagai sopir, dan tidak mengerti masalah politik.

“ Tapi diberitakan sebuah media online, oleh Tim SenTosa saya disebut Relawan AR yang membelot ke SenTosa. Parahnya, diberita itu saya menjelek-jelekan Paslon AR. Padahal saya gak pernah ngomong apa-apa. Juga gak pernah diwawancara siapa-siapa,” ungkap Toba, Senin (04/6/2018) kepada media.

Ungkapan Toba ini disampaikan sebagai klarifikasi di hadapan Cabup Nomor Urut 3 H Acep Purnama yang sedang berkunjung ke rumah salah satu tokoh Desa Cipondok, Ading Suryadi. 

Toba mengulas kejadian saat Tim SenTosa datang di rumah rekannya. Ia mengaku saat berkumpul di teras rumah rekannya, pernah didatangi Tim SenTosa. Ia ditawari jadi kordinator dusun, tapi Ia menolak. Ia pun memilih berada di teras, sedangkan Tim SenTosa ngobrol didalam. 

Saat Tim SenTosa keluar rumah, Ia bersama temannya yang berada di teras diajak berfoto bersama sambil mengacungkan jari telunjuk. 

“ Waktu itu, saya hanya diajak berfoto. Sudah cuma itu saja. Saya gak ngomong apa-apa. Gak ngerti. Saksinya ada Pak Tarsono, paman saya,” tutur pria beranak dua ini sambil menunjuk ke arah pamannya, Tarsono, dan dijawab anggukan Sang Paman. 

Ditegaskan Toba, Ia sama sekali bukan relawan paslon apapun. Soal pilihan politik, menurutnya itu adalah urusan hati. Jadi apa yang diberitakan media tersebut tentang dirinya, bohong besar. Ia merasa telah difitnah dan diadu domba. Ia meminta siapapun pelakunya segera sadar dan menjadi orang sehat.

" Saya hanya masyarakat kecil yang tengah tenang berusaha untuk menafkahi anak istri. Jangan bawa-bawa Saya ke urusan politik, " tandasnya. 

Ia mengaku bisa saja melaporkan hal ini kepada pihak berwajib karena pencemaran nama baik. Namun, Toba memilih bersikap bijak dengan tidak melaporkannya. 

" Saya doakan saja, semoga pelaku segera diberi hidayah,” pungkas Toba (Nars)