Berita Terkini

MENARIK, SEPERTI INI PILKADA DAN PEMILU ALA ANAK SEKOLAH DASAR


GARAWANGI - Pendidikan politik sejak usia sekolah bisa menjadi dasar untuk memberikan pemahaman kepada para siswa agar pada saatnya nanti, mereka tidak salah dalam mengartikan pentingnya politik untuk kehidupannya di masyarakat. 

Dengan memberikan pengalaman "berpolitik" pada anak didik sejak usia Sekolah Dasar (SD), minimal mereka bisa menjadi manusia yang sportif (berani menerima kekalahan dan tidak sombong saat menjadi pemenang), tidak berbuat curang, dan lebih faham akan hak dan kewajiban mereka di lingkungan tempat tinggalnya.

Salah satu contoh pendidikan politik bagi anak SD, terlihat dalam prosesi pemilihan Ketua Kelas dan wakilnya, di Kelas VI, SDN 1 Purwasari, Kecamatan Garawangi, Kamis (19/07/2018).

Siswa yang berjumlah 29 anak tersebut, satu per satu melakukan pemilihan langsung terhadap dua pasangan calon yang sudah ditentukan sebelumnya, dengan cara menuliskan nomor urut pasangan calon di secarik kertas, di depan kelas.

Selesai memilih, siswa mencap jarinya pada bak tinta yang disediakan sebagai tanda dia telah memilih, seperti layaknya pesta demokrasi.

Di akhir pemilihan, satu per satu, "kertas suara" hasil pemilihan siswa, dibacakan di depan mereka oleh salah seorang siswa. Sementara, seorang siswa lainnya menuliskan jumlah suara yang diperoleh masing-masing paslon di papan tulis. Sedangkan, Sang Wali Kelas, bertindak sebagai Bawaslu dalam pemilihan ketua dan wakil ketua kelas tersebut.

" Cara memilih ketua kelas dengan sistem pemilihan umum ini, bertujuan memberikan pengalaman pada mereka tentang pemilihan suara seperti yang terjadi dalam Pilkada dan Pemilu, " ujar Guru Pembimbing Kelas VI, SDN 1 Purwasari, Iis Rismayati, kepada kuninganreligi.com.

Dengan mengenalkan pengalaman politik dan sistem pemilihan suara bagi anak didik, kata Iis, mereka diharapkan bisa mengetahui batasan hak dan kewajiban, juga dilatih untuk menghargai pilihan orang lain. 

Dari pantauan kuninganreligi.com, nampak para siswa terlihat senang dan serius saat "pemungutan suara" berlangsung. Apalagi saat acara penghitungan suara, terlihat wajah-wajah penasaran, akan siapa paslon ketua dan wakil ketua kelas yang akan terpilih. (Nars)