Berita Terkini

MIRIS, GELANDANGAN LANSIA MENINGGAL DUNIA DI KANTOR DINSOS KUNINGAN



KUNINGAN - Miris, seorang ibu lansia yang gelandangan harus menemui ajalnya sesaat setelah dimandikan petugas Dinas Sosial Kabupaten Kuningan, Selasa (31/07/2018). Gelandangan lansia berusia sekira 60-70 tahun tersebut tiba-tiba terkulai lemas dan diketahui meninggal ketika petugas memandikannya dengan alasan kondisinya kotor dan bau.

Kabar meninggalnya lansia tak beridentitas ini, menyebar di media sosial warga Kuningan, khususnya di grup para penggiat sosial kemasyarakatan.
Menurut salah satu anggota Jaring Pengaman Umat (JPU) Kuningan, yang namanya enggan dituliskan, menjelaskan bahwa ibu lansia tersebut ditemukan di Desa Panawuan, Kecamatan Cigandamekar, Kabupaten Kuningan.

" Gelandangan lansia tersebut ditemukan dalam kondisi sakit oleh aparat Desa  Panawuan. Kemudian dibawa ke Rumah Sakit Linggarjati, tapi dari sana dikirim ke Dinas Sosial untuk dikirim ke panti, " terangnya.

Berhubung ada bau yang menyengat, imbuhnya, jadi petugas Dinas Sosial memandikan ibu tersebut. " Itu masih dalam keadaan hidup, bahkan sempat minta minum juga. Pas dimandikan, lagi didudukin, dia lemas dan ternyata meninggal, " tutur relawan tersebut.

Terpisah, menurut informasi dari Dinas Sosial yang diterima media dari Bagian Humas Setda Kuningan, menyebutkan bahwa identitas gelandangan tersebut belum terindentifikasi, dan tidak ditemukan tanda pengenal.

Dinsos menerima gelandangan tersebut diantar oleh orang Puskesmas Cigandamekar. Gelandangan ditemukan oleh aparat Desa Panawuan selanjutnya dilaporkan ke puskesmas tersebutkarena kondisnya lemah.

Gelandangan yang berusia sekitar 70 tahun tersebut berdasarkan keterangan, berjenis kelamin perempuan.  Selanjutnya, dia dibawa ke Polsek, dan terus dibawa ke RSUD linggarjati.

Menurut chek-up awal Rumah Sakit, tidak ada penyakit dalam, dan diserahkan kembali ke Dinas Sosial sekitar jam 10 pagi. 

Lansia tersebut sempat diberi minum dan dimandikan dengan air hangat karena kondisi kotor serta bau. Setelah beres dimandikan, dibaringkan, tak lama kemudian meninggal.

" Kita koordinasi dengan Dokpol Polres dan unit identifikasi, terus saat ini dibawa ke RSUD 45 Kuningan, untuk dimandikan dan dikafani, rencana dimakamkan di panawuan, " tutur Kabid Rehabilitasi Sosial, Endi Susilawandi melalui Kasi Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas, Ence Hadiat Rohanda kepada media. (Nars)