Berita Terkini

WALAH, JELANG HUT RI, LIMA MUSIBAH KEBAKARAN TERJADI DALAM DUA HARI





KUNINGAN - Musim kemarau dengan kelembaban angin rendah perlu diwaspadai warga Kuningan. Kejadian kebakaran, di musim kemarau yang berangin kering ini, sangat mudah memicu kebakaran jika terjadi percikan api di dekat sumber bahan yang mudah terbakar.

Dalam dua hari, Rabu (15/08) dan Kamis (16/08/2018), tercatat lima kejadian kebakaran yang ditangani UPTD Damkar Satpol PP Kabupaten Kuningan di wilayahnya. Pada Rabu (15/08), tercatat dua kejadian kebakaran, yakni di salah satu tempat kosan yang beralamat di Kelurahan Cijoho Kecamatan Kuningan dan satu kejadian kebakaran lainnya di sebuah warung yang terletak di Jalan Baru Kelurahan Awirarangan Kecamatan Kuningan.

Tiga kejadian kebakaran di Hari Kamis (16/08/2018), secara berturut-turut terjadi pada pukul 10:07 WIB, di sebuah rumah beralamat Blok Karang Mangos Desa/Kecamatan Cibeureum , pukul 16:05 WIB di Pabrik Penyulingan Minyak Cengkeh. yang berlokasi di Desa Ciherang Kecamatan Kadugede dan kejadian terakhir pukul 18:05 WIB menimpa Kantor PLN ( Perusaan Listrik Negara) Cabang Luragung, yang beralamat di Desa Luragung Landeuh Kecamatan Luragung Kabupaten Kuningan.

Kebakaran pertama menimpa satu unit rumah, atas nama  Kafiah (80th/janda) beralamat di Dusun 2 Rt 03 Rw 04 Blok Karang Mangos Desa Cibeureum. Kejadian diduga akibat pemilik rumah lupa memadamkan tungku saat memasak air. Karena mengantuk, tungku yang masih menyala ditinggalkan tidur oleh si pemiliknya. Karena terpaan angin kencang yang masuk ke dalam dapur, meniup api di tungku dan merembet ke tumpukan kayu bakar di sekitar dapur. 

Mengetahui ada kejadian kebakaran di wilayahnya, Kepala Desa setempat, Ano Suratno segera melaporkannya ke UPTD Damkar Satpol PP Kuningan. Satu unit Randis damkar dan 6 orang petugas diturunkan untuk memadamkan api.

Akibat kejadian tersebut, Ibu Kafiah mengalami kerugian tertaksir sebesar Rp 101 juta, karena bangunan rumah seluas 48 m2 beserta isinya ludes dilalap si jago merah. Karena itu pula, pemilik rumah saat ini membutuhkan uluran tangan untuk makanan sehari-hari, pakaian dan pengobatan.

Selang 6 jam, para petugas UPTD Damkar Kuningan kembali harus berjibaku dengan api. Kejadiannya berlangsung pukul 16:05 WIB di Pabrik Penyulingan Minyak Cengkeh yang beralamat di Desa Ciherang Kecamatan Kadugede. Untuk memadamkan api di pabrik tersebut, masih 1 unit damkar dan 6 petugas diterjunkan ke lokasi.

Kronologis kejadian kedua ini, api sudah terlihat membesar dari bagian dalam mesin pabrik. Kemudian Eja Kusteja (42 th), yang menjabat sebagai Sekdes Ciherang, segera menelepon UPTD Damkar untuk bisa memadamkan api.  Sementara,  penyebab kebakaran diduga diakibatkan dari konsleting listrik.

Kerugian yang ditaksir dari kebakaran bangunan pabrik tersebut adalah sebesar Rp 200 juta. Selain bangunan pabrik yang terbakar, juga 1 set mesin penyulingan dan sebanyak 2 ton bahan minyak ludes terbakar.

" Kepada seluruh warga masyarakat yang memiliki usaha dalam bentuk dan jenis apapun untuk sesering /sedetail mungkin memeriksa jaringan listrik dan menempatkan petugas jaga piket. Serta menempatkan alat pencegahan kebakaran ,di sekitar lokasi, " himbau Kasubag TU UPT Damkar Satpol PP Kabupaten Kuningan M. Khadafi Mufti. 

Belum juga, para petugas UPTD Damkar Kuningan hilang dari rasa lelahnya, mereka harus berjibaku kembali berjuang melawan Si Jago Merah. Pada Kamis (16/08/2018) pukul 18:05 WIB, mereka ditelpon Suhendar (44th) warga Desa Luragung Landeuh Kecamatan Luragung, yang memberitahukan kejadian kebakaran di Kantor PLN Cabang Luragung.

Masih 1 unit Randis dan enam petugas meluncur segera ke lokasi kejadian. Selama dua jam, akhirnya api berhasil dipadamkan. Kejadian kebakaran di Kantor PLN tersebut, lagi-lagi diakibatkan oleh konsleting listrik. Akibatnya, PLN Cabang Luragung harus menanggung kerugian sebesar Rp 8.250.000,-. Selain bangunan seluas 9 m2 terbakar, tumpukan berkas dan sebuah kasur juga hangus.







" Banyaknya kejadian kebakaran di wilayah UPTD Damkar Satpol PP Kuningan ini menandakan perlunya peningkatan kewaspadaan masyarakat, karena kejadian kebakaran sewaktu-waktu bisa terjadi tanpa diduga, " terang Khadafi.

Pihaknya menyarankan untuk setiap kantor pelayanan,baiknya ada petugas jaga, dan alat pencegahan kebakaran seperti halnya tabung alat pemadam kebakaran dalam keadaan On Fire, Juga harus adanya pemeriksaan secara berkala terhadap alat tersebut dan ditempatkan di temoat yang mudah terjangkau. 


" Kepada Aparatur Pemerintahan desa di seluruh wilayah kabupaten kuningan, agar meningkatkan kewaspadaan dengan upaya menempatkan alat pencegahan kebakaran berupa karung kadut, mesin pompa air, serta Alat Pemadam Api Ringan (APAR) yang ditempatkan di masing-masing dusun atau blok sebagai upaya pencegahan dini bahya kebakaran, " tukas Khadafi (NARS)

No comments