Header Ads

AKTIVIS GERAM, "TABLOID GELAP" BEREDAR DI MASJID DAN PONTREN JELANG PILPRES


KUNINGAN - Adanya upaya memecah-belah ummat Islam dan mendiskreditkan salah satu calon presiden melalui kampanye hitam, kembali terjadi jelang pelaksanaan Pilpres 2019. 

Sebagaimana terjadi pada Pilpres 2014 lalu, peredaran tabloid yang berisi provokasi saling menjelekkan antar calon presiden, juga terjadi, dan sempat menjadi pemberitaan nasional.

Peredaran Tabloid ke tiap Pontren dan masjid, kembali terjadi di wilayah Kabupaten Kuningan, dengan nama tabloid Indonesia Barokah, akhir-akhir ini.

Seperti yang diungkapkan Ketua Yayasan Cradenta Taufiq Mubaraq, Nana Mulyana Latif, pihaknya menilai peredaran tabloid tersebut bisa mengadu-domba ummat dan memicu keresahan.

" Ini jelas-jelas terindikasi melakukan provokasi, dari isi-isinya, juga ada upaya menggiring masyarakat untuk memberikan penilaian negatif terhadap salah satu kegiatan umat Islam dan pada salah satu capres tertentu, " tegas Nana, Kamis (17/01/2019) kepada media.


Nana mengaku telah menerima pengiriman tabloid tersebut yang ditujukan ke Masjid At Taufik, di bawah naungan yayasan yang dikelola dirinya, Kamis pagi.

" Kami meminta aparat keamanan, Bawaslu dan Gakumdu, segera bertindak untuk menelusuri sumber dan pengedar tabloid ini. Karena dari isinya cenderung provokatif dan mendiskreditkan rekan-rekan di harokah Islam. Ini akan berdampak buruk pada kondusifitas kehidupan ummat Islam di daerah, " tandasnya.

Jika tidak ada tindakan aparat terkait, Nana menambahkan, pihaknya tidak akan segan untuk melakukan sweeping dan menelusuri sumber peredaran tabloid Indonesia Barokah ini dengan caranya sendiri.

Sementara, berdasarkan penelusuran media ini di dunia maya, peredaran Tabloid Indonesia Barokah juga terjadi di wilayah lain di Jawa Barat bahkan Nasional. (Nars)

No comments

Powered by Blogger.