Headline

PELATARAN MASJID JADI TEMPAT PACARAN, GTP TURUN TANGAN


KUNINGAN - Pelataran Masjid Syiarul Islam, yang dibanggakan masyarakat Kabupaten Kuningan, ternyata marak digunakan muda-mudi untuk melakukan aktifitas maksiat seperti berduaan dengan yang bukan muhrim.

Fenomena ini, menjadi sorotan tajam komunitas yang mengatasnamakan diri mereka Generasi Tanpa Pacaran (GTP). Pada Ahad (10/02/2019) siang, sejumlah anggota GTP nampak melakukan kegiatan untuk memberikan "teguran" bagi muda-mudi yang kedapatan sedang berduaan di pelataran Masjid itu.



Wakil Ketua GTP, Jajang Alamsyah, kepada kuninganreligi.com mengungkapkan bahwa maraknya maksiat seperti itu, apalagi dilakukan di sekitar tempat ibadah, yang seharusnya dihormati, bisa memunculkan maraknya bencana di Kuningan.

" Bencana yang terjadi akhir-akhir ini di beberapa wilayah Kuningan, merupakan peringatan dari Allah SWT karena maraknya maksiat yang kita lakukan, tapi dianggap wajar, " tandasnya.

Teguran Sang Khaliq itu, imbuhnya, berdampak pula bagi mereka yang tidak melakukan dosa. Pihaknya mengaku miris atas maraknya dosa zinah dari aktivitas pacaran, yang sekarang mulai terlihat terang-terangan di muka umum.

"Pacaran sebelum menikah adalah zinah, jangan jadikan pacaran sebagai alasan untuk melakukan maksiat dengan kedok kasih sayang.
 Sekarang ini para remaja sudah berani terang-terangan pacaran tanpa rasa malu di tempat terbuka. Di Taman-taman bahkan halaman masjid pun dijadikan lahan untuk berduaan," geram Jajang.

Untuk itu, GTP melakukan kegiatan "Dakwah Go", yakni dakwah langsung dengan konsep sharing dan membagikan buletin kepada remaja-remaja yang sedang berduaan di halaman Masjid Syi'arul Islam. 



Dalam kegiatan selama 3 jam itu, komunitas yang beranggotakan sekitar 200 orang tersebut telah berbagi ilmu kepada kurang lebih 10 pasangan remaja yang sedang asyik berduaan di Halaman Masjid Syiarul Islam.

Terpisah, Amar Thohir yang merupakan salah satu pembina GTP berharap agar semua pihak baik oramg tua, guru dan pemerintah pun turut mendukung kegiatan tersebut. 

" Salah satu misi Bupati Kuningan adalah menjadikan Kuningan yang agamis, tapi realitanya prilaku yang jelas-jelas melanggar norma agama dibiarkan begitu saja," ungkap Amar.

Amar pun merasa sangat prihatin dengan kondisi yang ada. Bahkan para pelaku maksiat yang melanggar norma-norma agama tersebut melakukan hal tersebut tak jauh dari Pos Satpol PP.

" Taman Kota dan Halaman Masjid Syi'arul Islam itu tepat berada didepan dan samping Pos Satpol PP. Tapi seperti ada pembiaran atau memang karena tidak adanya aturan yang mengatur terkait hal tersebut," lanjut Amar.

Pihaknya berharap agar Bupati Kuningan dapat mempertegas visi agamis yang menjadi nyata bukan hanya selogan semata.
 (Nars)

No comments