Header Ads

Di Kuningan, Jokowi-Ma'ruf Diprediksi Hanya Kuasai 5 Kecamatan


KUNINGAN - Lembaga Survey Independen di Kabupaten Kuningan, Jamparing Research, kembali merilis hasil survey yang dilakukan pihaknya selama periode tanggal 1 hingga 10 Maret 2019, terkait elektabilitas Capres-Cawapres 2019.

Hasil survey mereka diekspose pada Senin (18/03/2019) sore, bertempat di Kedai Nangkring, Jalan Aruji Kartawinata, Kuningan, yang dihadiri belasan awak media liputan Kuningan.


Dari hasil survey Jamparing Research selama 10 hari tersebut, seperti yang diungkapkan Tio Heriyana, mereka menemukan hasil bahwa Pasangan Capres/Cawapres nomor urut 02, Prabowo-Sandi, memeroleh angka elektabilitas 53,4%. 

Angka tersebut lebih unggul 23,1% dari Capres/Cawapres nomor urut 01, Jokowi-Ma'ruf, yang mendapat angka elektabilitas 30,3%.

" Sementara, untuk responden yang masih belum mau menjawab pertanyaan atau menjawab tidak tahu, terkait elektabilitas Capres ini ada di angka 16,3%, " terang Tio.


Terkait trend fluktuatif elektabilitas kedua pasangan Capres/Cawapres, sesuai hasil surveynya, Tio menjelaskan kedua pasangan mengalami trend angka yang naik. Untuk, pasangan 01 mengalami kenaikan 2,9%, sedangkan untuk pasangan 02 mengalami trend naik 2,6%.

Lebih lanjut, Jamparing, ujar Tio, mememukan hasil yang mengejutkan terkait pemetaan Pilpres di Kuningan. Menurutnya, dari 32 jumlah kecamatan di Kuningan, hampir seluruhnya dikuasai oleh pemilih yang menjatuhkan dukungan kepada Pasangan Capres/Cawapres 02. 

" Dari pemetaan Pilpres hasil survey tersebut, hanya ada 5 kecamatan yang berwarna merah, artinya pemilih pasangan 01, yakni Kecamatan Selajambe, Kecamatan Cilebak, Kecamatan Luragung, Kecamatan Cidahu dan Kecamatan Cibeureum. Sisanya didominasi warna putih, yakni pemilih pasangan 01, " ungkap Tio, didampingi Reza Muhammad Zaenal dan 
Muhammad Ishak.

Untuk diketahui, survey yang dilakukan Jamparing Research ini merupakan survey yang kedua kalinya terkait pelaksanaan Pilpres dan Pileg 2019 di Kabupaten Kuningan. Jumlah responden yang  diwawancarai sebanyak 1200 orang yang tersebar di 32 kecamatan.


"Metode penarikan sample yang kami terapkan, adalah Multistage Random Sampling dengan margin of error 2.9 %. Pengumpulan data dengan cara wawancara, tatap muka dengan responden menggunakan kuisioner berbasis alat peraga specimen surat suara, " tukas Tio. (Nars)

No comments

Powered by Blogger.