Header Ads

PD BPR Kuningan Cabang Ciawigebang Gencarkan Literasi Edukasi Keuangan


KUNINGAN - Beranjak dari Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nomor 01/SEOJK.07/2014 tentang Pelaksanaan Edukasi dalam rangka Meningkatkan Literasi Keuangan kepada Konsumen, PD BPR Kuningan Cabang Ciawigebang, gencar melaksanakan Literasi dan Edukasi Keuangan bagi masyarakat.  


Agenda yang rutin dilaksanakan PD BPR ini, kembali dilaksanakan Rabu (20/03/2019) bertempat di SDN 1 Ciawigebang. Hadir pada acara tersebut, Kepala UPTD Pendidikan Kecamatan Ciawigebang, Ketua PGRI Ciawigebang, Ketua K3S Ciawigebang, Para Kepala Sekolah se-Kecamatan Ciawigebang dan Guru SDN 1 Ciawigebang. Total peserta sosialisasi sebanyak 75 orang.

Kepala BPR Kuningan Cabang Ciawigebang, Rika Farliani SE MSi, menyampaikan bahwa pelaksanaan edukasi dalam rangka meningkatkan keuangan masyarakat sangat diperlukan. 

" Berdasarkan survey yang dilakukan oleh OJK bahwa tingkat literasi keuangan penduduk Indonesia dibagi menjadi empat bagian yakni Well Literate, Sufficient Literate, Less Literate, dan Not Literate, " terangnya kepada kuninganreligi.com.

Kategori Well Literate, ujar Rika, ada sekitar 21,84% dari penduduk Indonesia. Mereka adalah penduduk yang memiliki pengetahuan dan keyakinan tentang lembaga jasa keuangan serta produk jasa keuangan termasuk fitur, manfaat, resiko, hak, kewajiban terkait produk dan jasa keuangan serta memiliki keterampilan dalam menggunakan produk dan jasa keuangan. 

Kemudian, Sufficient literate (75,69%), imbuhnya, adalah mereka yang memiliki pengetahuan dan keyakinan tentang lembaga jasa keuangan serta produk dan jasa keuangan termasuk fitur, manfaat, dan resiko, hak dan kewajiban terkait produk dan jasa keuangan.

" Lalu, ada kategori Less literate (2,06%), yakni mereka yang memiliki pengetahuan tentang lembaga jasa keuangan, produk dan jasa keuangan, " jelas Rika.

Terakhir, ucapnya, Not Literate (0,41%), adalah mereka yang memiliki pengetahuan dan keyakinan terhadap lembaga jasa keuangan serta produk dan jasa keuangan namun tidak memiliki keterampilan dalam menggunakan produk dan jasa keuangan.

Sementara, terkait tujuan kegiatan, Rika menjelaskan bahwa untuk tujuan jangka panjangnya adalah untuk meningkatkan literasi seseorang yang sebelumnya less literate atau not literate menjadi well literate dan meningkatkan jumlah pengguna produk layanan jasa keuangan.   

Sedangkan tujuan jangka pendeknya, ungkapnya, diharapkan masyarakat luas dapat menentukan produk dan layanan jasa keuangan yang sesuai dengan kebutuhan.

Konsumen harus mengetahui haknya misalnya meminta salinan SPK (Surat Perjanjian Kredit) yang didalamnya terdapat syarat dan ketentuan dari perbankan. Sebelum penandatangan SPK, konsumen wajib membaca dan mempelajarinya terlebih dahulu.

Dalam kesempatan tersebut, dipaparkan pula profil Perusahaan Daerah BPR Kuningan beserta produk-produk jasa keuangan yang dimiliki seperti tabungan, deposito maupun kredit/pinjaman oleh Kasubag Funding Pemasaran Kantor Pusat BPR Kuningan Muhamad, SE.


" Literasi Keuangan memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat, sehingga masyarakat memiliki kemampuan yang lebih baik dalam melakukan perencanaan keuangan agar terhindar dari aktivitas investasi  keuangan yang tidak jelas dan yang lebih penting adalah meningkatnya kebiasaan menabung di kalangan masyarakat" kata Rika. (Nars)

No comments

Powered by Blogger.