Header Ads

Babinsa Jalaksana Percantik Wisata Bumi Pelangi dengan Gazebo Khas Pedalaman Flores NTT


KUNINGAN -  Saat liburan bersama keluarga dan anak-anak di alam terbuka, tentu kita memerlukan tempat yang representatif untuk sekedar berlindung dari terik matahari dan air hujan. Sebuah gazebo, atau bangunan tempat bercengkrama, bisa menjadi pilihan. Saat anak-anak bermain di tempat terbuka, keluarga lainnya bisa menunggu di bangunan tersebut dengan aman bersama barang bawaannya.

Demikian konsep awal yang dipikirkan seorang anggota TNI dari Koramil 1511/Jalaksana, Kodim 0615/Kuningan, Sertu Giri Kartono, saat dimintai keterangan oleh kuninganreligi.com tentang pembuatan bangunan kerucut berbahan dasar bambu di lingkungan obyek wisata Bumi Pelangi, Kecamatan Jalaksana, Ahad (28/04/2019).



Ide pembuatan gazebo berbentuk kerucut ini, diakui Sertu Giri, terinspirasi saat dirinya bertugas di daerah perbatasan Indonesia-Timor Leste, tepatnya di kampung adat Wae Rebo, Flores, NTT, yang sangat terpencil di pedalaman.

" Di kampung Wae Rebo ini terdapat rumah adat yang namanya Mberu Niang Rebung yang terbuat dari bahan alami, bambu. Di sana, di tempat aslinya, bangunan ini ada yang sampai lima lantai, " kenang Sertu Giri, menceritakan pengalaman tugasnya tahun 2002 lalu.

Dengan terinspirasi bangunan rumah adat tersebut, saat dirinya ditugaskan di Koramil Jalaksana, tempat lokasi Obyek Wisata Bumi Pelangi, maka Ia menginisiasi untuk mempercantik obyek wisata tersebut dengan bangunan yang mirip dengan rumah adat Flores itu.

" Namun kami sengaja membuatnya dengan setengah terbuka, karena untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, khususnya bagi kalangan generasi muda, " imbuhnya.

Dengan bermodalkan keuletan dan keuangan pribadinya, saat ini sudah berdiri 11 unit replika Mberu Niang Rebung di samping kolam renang Bumi Pelangi. Menurut rencana, akan dibangun 12 unit dari berbagai ukuran.

" Nanti ada tiga ukuran bangunan, yang kecil bisa menampung 8-10 orang, berukuran 2,5 x 2,5 meter. Yang sedang ada ukuran untuk menampung 15 orang, dan yang besar bisa menampung lebih 20 orang untuk acara-acara reuni, sekolah dan sebagainya, " ujar Sertu Giri.

Dari pantauan kuninganreligi.com di lokasi Bumi Pelangi, bentuk bangunan yang mirip rumah adat Flores NTT ini memang sangat eksotis. Terutama saat dipandang dari kejauhan dengan latar belakang Gunung Ciremai yang berkabut.

Saat media ini ada di lokasi, nampak juga sudah ada wisatawan luar Kabupaten Kuningan yang mengagumi keberadaan bangunan tersebut.

Seperti Ibu Yoyoh, warga Kecamatan Sindanglaut, Kabupaten Cirebon, yang membawa serta belasan anak yatim ke lokasi tersebut, mengungkapkan kenyamanan yang dirasakannya saat berteduh di bangunan buatan Sertu Giri ini.



" Bagi saya serasa lagi kemping bersama anak-anak ya, sangat terbantu sekali, apalagi sekarang musim hujan, bisa buat berteduh, dan tidak bocor meski terbuat dari bahan dasar bambu, " tuturnya.

Terkait akses jalan menuju lokasi obyek wisata Bumi Pelangi, Sertu Giri Kartono mengaku sangat menanti adanya perbaikan dari pihak pemerintah daerah. Bagi masyarakat, ujarnya, jalan tersebut juga sangat dibutuhkan untuk mengangkut hasil pertanian di sana.

" Selain pengunjung, banyak juga petani yang mengeluhkan kondisi jalan ini. Mereka setiap hari melalui jalan tersebut untuk ke lokasi ladangnya dan untuk mengangkut sayuran, " ujar Sertu Giri.

(Nars)

No comments

Powered by Blogger.