Header Ads

Ganti Lahan Tak Kunjung Diterima, Warga Terdampak Waduk Kuningan Marah



KUNINGAN - Janji Bupati Kuningan, H Acep Purnama, untuk memberikan uang ganti rugi atas lahan warga yang terdampak pembangunan Waduk Kuningan (Waduk Cileuweung) pada bulan keempat (April) tahun ini, dinilai warga tidak ditepati.

Akibatnya ratusan warga dari dua desa, yakni Desa Randusari dan Desa Tanjungkerta, Senin (20/05/2019), turun ke lokasi kantor PT WIKA (perusahaan pembangun waduk), untuk menuntut kejelasan nasib mereka.



Koordinator lapangan aksi warga, Asep Kusnara, di depan warga yang melakukan demonstrasi menegaskan warga kali ini tidak akan mudah terbuai dengan janji pejabat. 

"Kali ini kita akan menuntut penyelesaian ganti rugi lahan ini sampai tuntas. Jika tidak segera dituntaskan, kita akan tetap berdiam di sini dan membuat tenda, " tegasnya.

Empat bulan yang lalu, imbuh Asep, Bupati telah berjanji saat pertemuan di Desa Kawungsari, bahwa Ia menarohkan jabatan dan kepalanya jika tidak segera terealisasi (ganti rugi-red) tersebut.

"Tapi kenyataannya tidak ada, sekarang warga Desa Randusari, khususnya Dusun Wanaasih, mereka rumahnya sudah pecah-pecah akibat getaran alat berat yang bekerja di waduk, " tandas Asep.

Warga, ujarnya, seolah hidup enggan mati tak mau, karena mau memperbaiki rumah mereka, dikhawatirkan tidak adanya ganti rugi yang sesuai. Jika tidak diperbaiki rumahnya, warga tetap khawatir resiko tertimpa runtuhan rumahnya sendiri.



"Selama ini kemana pemerintah, katanya proyek ini proyek strategis nasional? Yang memakan biaya Rp 720 Miliar. Kalau memang penyalurannya betul, kami kira tidak akan sampai membuat masalah seperti ini," ungkapnya.

Unjuk rasa ratusan warga tersebut berjalan lancar dengan pengamanan aparat kepolisian Resor Kuningan. Warga bersikeras tetap akan berdiam diri di lokasi hingga ada keputusan pemerintah terkait uang ganti rugi lahan mereka.  (Nars)

No comments

Powered by Blogger.