Headline

Lagi, Warga Luragung Landeuh Tolak Kehadiran Galian Pasir


KUNINGAN - Polemik kehadiran lokasi Galian Pasir di Desa Luragung Landeuh Kecamatan Luragung Kabupaten Kuningan muncul lagi setelah sebagian warga setempat melihat adanya alat berat melakukan aktivitas membuka akses jalan menuju lokasi galian.

Terpantau kuninganreligi.com di sekitar rencana jalan masuk lokasi galian, tepatnya di jalan Luragung Landeuh - Dukuh Maja, Senin (13/05/2019), aktivitas back hoe yang sedang melakukan pembersihan lahan menjadi tontonan warga.


Tidak hanya menonton, belasan warga Luragung itu juga menempel spanduk yang bertuliskan penolakan adanya galian pasir di wilayahnya di pagar sekitar lokasi alat berat berada.

" Kami mendapat laporan warga sekitar yang melihat aktivitas alat berat ini melewati tanah bengkok milik desa. Ketika kami konfirmasi ke aparat desa, mereka menolak jika telah terjadi kesepakatan antara pemdes dengan pihak pengusaha galian, " terang Diki, juru bicara warga kepada media.

Ditambahkannya, yang menandatangani adanya aktivitas pembukaan lahan di sana adalah tanda tangan kepala desa terdahulu. Saksi-saksi dan warga sekitar, ujar Diki, tidak tahu-menahu.

Makanya, Ia bersikeras bahwa kegiatan rencana pembukaan lahan untuk akses jalan menuju lokasi galian tersebut adalah ilegal. " Karena belum ada persetujuan warga desa akses jalan itu melewati bengkok desa, maka ini harus dihentikan, " tandasnya.


Selain menolak akses jalan yang dibuat melalui tanah bengkok, ucap Diki, warga juga dari dulu telah menyatakan menolak adanya penambangan pasir di desa tersebut.

Penolakan warga ini adalah untuk yang kesekian kalinya, karena mereka khawatir akan dampak bencana alam dari adanya galian pasir di sana. 

" Kami akan tetap menolak karena kami khawatir galian ini akan mengancam ketersediaan air, bahaya tanah longsor, kerusakan jalan, dan adanya debu yang menyebabkan penyakit, " tegasnya. (Nars)

No comments