Bupati Kuningan Sambangi Rumah Jodi



KUNINGAN - Ramainya pemberitaan tentang Jodi (7 tahun), seorang bocah kelas 1 SD, yang tinggal di sebuah gubuk bersama kakek dan neneknya dengan kehidupan memprihatinkan, direspon orang nomor satu di Kabupaten Kuningan, H Acep Purnama.

Bupati Kuningan, pada Rabu (30/07/2019) didampingi Kabag Kesra, Toni Kusumanto, Camat kadugede, Tatang Taryono, serta Kasubag UPTD Sidangagung, Sri Mulyati, mendatangi kediaman Jodi dan keluarganya di Rt 01 Rw 01 Dusun Pahing, Desa Margabakti, Kabupaten Kuningan.



Kedatangan Acep ke sana, selain untuk melihat kondisi sebenarnya dari keluarga Jodi, juga untuk mengetahui permasalahan sehingga bisa dicarikan solusi bagi mengatasi permaslahan sosial yang dialami mereka.

"Setelah melihat keluarga Jodi itu, perlu ada penanganan seksama, dari sisi sosial kehidupannya, kalau sekarang tempat tinggalnya menyendiri disana tentunya  tidak bisa berkembang," ungkap Acep kepada media.

Dirinya berjanji, akan berusaha mencari lahan untuk bisa dibangunkan rumah, agar keluarga Jodi bisa bergaul dengan masyarakat pada umumnya. 

"Saya mengajak kepada masyarakat untuk sama-sama memberikan arahan dan pembinaan kepada keluarga Jodi. Insya Allah, sebetulnya apa yang sudah diviralkan tidak sedramatisir apa yang dibayangkan," ujarnya.

Ia melihat lokasi rumah keluarga Jodi tidak begitu jauh dari jalan raya. Hanya saja, yang dibutuhkan adalah adanya sumber air untuk mandi sehari-hari.

"Nggak ada masalah sebetulnya, dari jalan juga Nggak terlalu jauh. Untuk pendidikan Jodi, Saya sudah mendengar langsung dari Bapak-Ibu gurunya itu mah wajib diberikan," Jelas Acep. 

Seperti diberitakan sebelumnya, kisah seorang bocah dari desa Margabakti Kecamatan Kadugede yang pergi ke sekolah menggunakan baju kotor dan tanpa alas kaki di Media Sosial beberapa hari ini viral di media sosial. 

Foto dan Video yang pertama kali diunggah oleh akun media sosial Instagram milik @rohayatun7 pada Senin (22/7/2019), salah satu Guru di SDN Margabakti.

Bantuan dari Keluarga SMAN 1 Garawangi untuk Keluarga Jodi
Nasib Jodi, nama bocah yang berasal dari keluarga yang kurang mampu yang tinggal bersama neneknya Sati (60) dan kakeknya Rakun (70) itu, menggugah empati warga Kuningan.

Beberapa hari ini, bantuan dari berbagai komponen masyarakat dan lembaga, berdatangan ke rumah Jodi yang berada di tengah kebun tersebut. Salah satunya, dari Keluarga Besar SMAN 1 Garawangi, yang secara spontanitas mendatangi langsung rumah Jodi.

"Alhamdulillah secara spontan dari para guru dan karyawan, bisa langsung melihat kondisi Jodi, " ujar salah seorang Guru SMAN 1 Garawangi kepada kuninganreligi.com (Nars)


No comments

Powered by Blogger.