Header Ads

Terakhir di Tahun 2019, Gerhana Bulan Parsial Akan Terjadi Rabu Dini Hari



KUNINGAN (KR) - Peristiwa langka Gerhana Bulan yang akan terjadi Rabu (17/07/2019) dini hari, merupakan gerhana bulan yang disebut-sebut para ilmuwan, terjadi terakhir di Tahun 2019. Gerhana serupa diperhitungkan  akan terjadi lagi dua tahun mendatang (2021).

Tipe gerhana bulan yang akan terjadi adalah gerhana bulan parsial atau sebagian, karena pada fenomena gerhana yang akan terjadi dini hari nanti, kita masih bisa melihat penampakan bulan sebagian.



Selama gerhana sebagian, sebagian bulan melewati daerah bayangan paling gelap di belakang Bumi, wilayah pusat disebut umbra, demikian ditulis bbc.com.

Sebagian penduduk bumi di belahan Amerika Serikat, sudah bisa mengamatinya sejak permulaan malam 16 Juli. Namun, bagi penduduk Benua Afrika dan Eropa, baru bisa melihatnya pada malam 16 Juli.

"Sementara, untuk penduduk Benua Asia, termasuk Indonesia, dan Australia, baru bisa megamatinya pada tanggal 17 Juli dini hari," tulis EarthSky dalam artikelnya.

Kejadian Gerhana Bulan Rabu dini hari ini, juga bertepatan dengan 50 tahun peristiwa manusia pertama kali menapakkan kakinya di Bulan. 

Terkait kejadian alam yang merupakan kekuasaan Allah SWT ini, Rasulullah SAW telah memerintahkan Ummat Muslim untuk melaksanakan Sholat Gerhana / Khusuf Al Qamar.

Dirjen Bimas Islam, Kementerian Agama RI, menghimbau Ummat Muslim  untuk melakukan Shalat Sunnah Gerhana Bulan / Khusuf sesuai tuntunan Rasulullah SAW.



"Ummat dianjurkan juga untuk berdzikir, takbir dan istighfar, juga memperbanyak amalan. Selanjutnya, berdo'a untuk kebaikan bangsa dan negara," himbau Kemenag RI dalam rilisnya. 

Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Syiarul Islam, Kuningan, juga menurut jadwal yang diterima kuninganreligi.com, akan mengadakan Sholat Khusuf berjamaah pada pukul 04:00 WIB dengan Imam KH Muktamad Lc. (Nars)

No comments

Powered by Blogger.