Sebelum Meninggal, Jahidin Ditinggal Istri Dua Pekan Lebih?



KUNINGAN - Meninggalnya Jahidin (44 tahun) warga Dusun Wage II Desa Sukamukti, Kecamatan Jalaksana, menyisakan duka yang mendalam bagi keluarga yang ditinggalkan. 

Apalagi Jahidin nekad mengakhiri hidupnya dengan sengaja di langit-langit rumahnya, membuat keluarga sempat tidak menyangka bisa sampai begitu.

Salah seorang warga Desa Sukamukti, Momon, kepada kuninganreligi.com menerangkan Jahidin melakukan perbuatan mengakhiri hidup dengan cara gandir diduga karena frustasi.



"Menurut kabar yang beredar sih diduga karena frustasi karena istrinya pulang ke rumah orangtuanya, " kata Momon.

Keduanya, imbuhnya, belum bercerai, hanya saja istrinya sudah 17 hari pergi dari rumah.

"Bahkan menurut teman dekat Jahidin, dan dari cerita warga yang tersebar, Ia sempat menuliskan kata-kata di pintu atau tembok rumahnya sebelum melakukan gandir," ucapnya.

Kata-kata yang ditulis menggunakan arang tersebut, sambungnya, seolah ditujukan kepada Istri yang telah meninggalkannya, bertuliskan "Aing Paeh Kulantaran Anjeun" (Aku meninggal karena kamu-red).

Sebelumnya diberitakan, jasad pria bernama Jaidin (44 tahun), warga Dusun Wage, Desa Sukamukti, Kecamatan Jalaksana, Kabupaten Kuningan, ditemukan tidak bernyawa dan menggantung pada seutas tali di dapur rumahnya, oleh anaknya sendiri pada Jum'at (30/08/2019).



Ugit Supriatna (20 tahun) sebelum waktu Shalat Jum'at, menemukan jasad Sang Ayah di lubang tempat naik ke langit-langit rumah dalam keadaan tergantung.

Kepala Dusun Wage, Oom, ketika dihubungi kuninganreligi.com melalui sambungan pesan Wwhatsapp membenarkan berita tersebut.

Berdasarkan keterangan tim medis yang memeriksa jasad korban, tidak ditemukan tanda-tanda bekas kekerasan.  (Nars)

No comments

Powered by Blogger.