Ketua Pordasi Kuningan Mengeluh


KUNINGAN - Ketua Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (Pordasi) Kabupaten Kuningan, H Ade Petruk, mengucapkan terima kasih kepada Pemkab Kuningan yang telah konsisten menyelenggarakan kegiatan pacuan kuda tradisional sebagai agenda rutin setiap peringatan Hari Jadi Kuningan.

Meski ditempatkan di ujung rangkaian Harjad Kuningan, Ia mengaku tetap bersyukur karena perhelatan tersebut tetap dilaksanakan dan selalu melahirkan joki-joki berprestasi di tingkat nasional dan provinsi.



"Saat ini kita memiliki dua kuda andalan yang telah menorehkan prestasi yaitu Si Saudagar, Juara 2 Nasional dan Si Dragon Pistol, Juara 1 Jabar dengan joki berprestasi atas nama Agung Jaelani, " ujarnya dalam sambutan Pacuan Kuda, Ahad (22/09).

Hanya saja, meski telah menorehkan prestasi, suami anggota DPRD Kuningan, Elin Lusiana ini, mengeluhkan belum adanya lapangan pacuan kuda yang representatif di Kuningan.

"Sayang, kita masih belum mempunyai lapangan tempat latihan sehingga mereka (para joki-red) harus berlatih di luar kota saat akan bertanding. Semoga ke depan ini bisa terwujud," keluhnya.

Dalam event pacuan kuda ini Pordasi Kuningan memberikan 15 uang pembinaan kepada para joki yang berhasil meraih juara.

Sementara, Wakil Bupati Kuningan, HM Ridho Suganda, menanggapi keluhan Ade, hanya bisa berharap semoga ke depan akan terwujud lapangan pacuan kuda yang memenuhi standar untuk latihan dan perlombaan resmi.

"Namun, selama hayat di kandung badan, Saya akan tetap memperjuangkan agar pacuan kuda ini tetap dilaksanakan, " tandasnya.

Saat ini, lapangan pacuan kuda yang dimiliki Kabupaten Kuningan yang terletak di Jalan Soekarno-Hatta, menurut informasi, kurang memadai dari segi luasan.

Menurut aturan baku, standar panjang lintasan minimal pacuan kuda adalah minimal 150 m dan maksimal 1200 m. Sedangkan, luas arena standar internasional adalah 90 x 45 meter, dengan memakai alas atau ground dari pasir atau rumput. (Nars/ foto:web)

No comments

Powered by Blogger.