Ini 7 Tuntutan Sopir Angkot di Kuningan dalam Aksinya Selasa Besok


KUNINGAN - Ratusan sopir angkot yang tergabung dalam Paguyuban Angkutan Umum (PAKU) Kabupaten Kuningan, menurut rencana, akan melancarkan akssi unjuk rasa pada Selasa (19/11/2019) besok.

Hal itu dibenarkan Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Kuningan, Deni Hamdani, saat dikonfirmasi kuninganreligi.com di ruang kerjanya, Senin (18/11/2019).



"Iya, benar mereka akan menyampaikan aspirasi ke DPRD besok sekira pukul 09:00 wIB, " kata Deni.

Dari informasi terhimpun, aksi penyampaian aspirasi para pengusaha dan sopir angkot di Kuningan tersebut berdasarkan kesepakatan pertemuan mereka di kantor Dinas Perhubungan Kuningan pada Senin (11/11) lalu.

Seperti dalam surat undangan Unras yang mereka sebarkan kepada para sopir angkutan umum di Kuningan, mereka memandang bahwa kondisi angkutan umum di Kuningan semakin hari semakin memprihatinkan.

Mereka berharap dengan perjuangan penyampaian aspirasi ke gedung DPRD Kuningan besok, bisa mendapatkan solusi dari permasalahan yang mereka rasakan.

Berikut 7 (tujuh) tuntutan para pengusaha dan sopir angkutan umum di Kuningan yang rencananya akan mereka sampaikan besok di DPRD Kuningan:

1. Demi keadilan, memohon pembebasan biaya KIR untuk semua angkutan kota di Kabupaten Kuningan.
2. Demi keadilan, agar dibuat zonasi tempat penjemputan khusus untuk angkot online yang berjarak 300 M dari rumah sakit, sekolah-sekolahan, pusat pembelanjaan dan kantor-kantor pemerintah.
3. Demi keadilan, agar ada pembatasan (kuota) bagi keberadaan angkutan online baik mobil maupun motor.


4. Demi keadilan agar anak-anak sekolah yang belum cukup umur dan tidak mempunyai SIM agar tidak membawa kendaraan ke sekolah, kecuali di daerah terpencil yang tidak ada angkutan.
5. Demi keadilan agar Terminal Cidahu difungsikan optimal, agar mobil Ciledug tidak masuk ke Ciawigebang.
6. Demi keadilan bubarkan pengurus Organda Kuningan yang hanya beronani-onani mencari kesenangan sendiri.
7. Demi keadilan memohon agar Dishub bertindak tegas kepada odong-odong dilarang masuk ke jalan raya.

Tuntutan tersebut ditandatangani oleh Ketua PAKU, Jusa Nurdiansyah, bersama sekretarisnya, Iis Santoso, seperti dari lampiran surat tuntutan yang sampai ke meja redaksi kuninganreligi.com (Nars)

1 comment:

Powered by Blogger.