Klarifikasi Satgasus Kejagung Dilanjut Besok, Jajat: Enggak Ada Masalah



KUNINGAN - Setelah selama 6,5 jam lebih, para awak media menunggu proses klarifikasi yang dilakukan Satgasus Kejaksaan Agung di aula Kejari Kuningan, akhirnya sekira pukul 16:00 WIB, Jajat Sudrajat, mantan pejabat yang dimintai klarifikasi, nampak ke luar ruangan.

Dengan membawa tas berisi berkas-berkas, Jajat bergegas ke luar halaman Kantor Kejari menuju mobil jemputan yang ada di seberang, atau tepatnya di halaman kantor Dinas Kesehatan Kuningan.

Ketika dihampiri wartawan, Jajat akhirnya mau menjawab beberapa pertanyaan awak media terkait pemanggilan dirinya oleh pihak Kejagung, hari ini.



"Enggak ada apa-apa, Saya kan punya perusahaan, air minum Na Lala, yang mendapat kredit. Nah ada transaksi-transaksi perusahaan ke rekening Saya. Ini disangka kita dapat gratifikasi, hanya itu saja, " terang mantan Kadis PUPR Kuningan ini.

Kadang-kadang, di akhir bulan, imbuhnya, dari rekening Nusantara Abadi, perusahaan miliknya, ada yang masuk ke tabungan, karena itu permintaan dari bank.

"Ada saldo perusahaan yang masuk ke rekening tabungan yang atas nama saya, ini terdeposit otomatis dan permintaan dari bank. Karena ada itu jadi PPATK mempertanyakan, " kata Jajat.

Terkait jumlah nominal transaksi yang masuk ke tabungannya, Jajat hanya berkomentar bahwa jumlahnya keluar masuk sebagaimana keperluan.

"Sudah tidak ada apa-apa, (Kejagung-red) cuma menanyakan saja, klarifikasi, karena ada transaksi PPATK, " lanjutnya.

Jajat menandaskan, terkait klarifikasi hari ini dengan pihak Kejagung, sama sekali tidak ada terkait dengan kedinasan saat dirinya menjabat sebagai ASN di lingkup Pemkab Kuningan.

"Kita tadi ngobrol saja, ada sekitar 5 pertanyaan, malahan cuma satu jam lebih, yang lama adalah menunggu rekan-rekan media pergi," selorohnya.

Terpisah Kasi Intel Kejari Kuningan, Mahardika Rahman, memberi keterangan bahwa kedatangan Satgasus Kejagung ke kantornya adalah dalam rangka mengklarifikasi adanya laporan dari PPATK terkait aliran dana yang dicurigai ke rekening salah satu mantan pejabat. 



"Selain Pak Jajat, tidak ada pejabat lain, ya karyawan-karyawan saja, termasuk mungkin CV-CV nya beliau, " jelas Mahardikaa.

Ia menjelaskan, semua ASN tercatat laporan transaksi rekeningnya di PPATK. Karena disinyalir ada beberapa dana yang masuk ke rekening mantan pejabat tersebut, PPATK mencurigainya dan melaporkan untuk diminta klarifikasi dari yang bersangkutan. 

"Nominalnya kita belum tahu berapa. Pemeriksaan berlanjut besok, hanya beberapa karyawan dari CVnya saja, " tukas Mahardika.  (Nars)

No comments

Powered by Blogger.