Maulid, Yayasan Pendidikan Amanah Kuningan, Cetak Generasi Qur'ani


KUNINGAN - Sejumlah 16 anak binaan Yayasan Pendidikan Amanah Geresik, Kabupaten Kuningan, diwisuda setelah dinyatakan lulus dalam pembelajaran membaca Al Qur'an dengan Metode Ummi. Acara wisuda mereka digelar bersamaan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar yayasan tersebut pada Sabtu (23/11/2019).

Adapun tema yang diambil dalam peringatan Maulid Nabi yang dilaksanakan yayasan di Desa Geresik, Kecamatan Ciawigebang itu, adalah Momen Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW Mari Kita Wujudkan Generasi yang Cinta Nabi dan Berakhlakul Karimah.



Nampak hadir dalam acara itu, pendongeng legendaris asal Kuningan, Mang Jaya, yang biasa mengisi acara Dongeng Enteng di Radio Rasilima FM. Hadir juga, Anggota DPRD Kuningan dari Fraksi PKB, Mohamad Apip Firmansyah dan Kepala TPA/DTA Amanah Geresik, Ustadzah Rima Melati.

Mohamad Apip Firmansyah selaku anggota DPRD Kabupaten Kuningan mengatakan dirinya sangat mengapresiasi kegiatan tersebut.

"Saya melihat acara ini sangat bagus, Pembelajaran Al Qur'an Metode Ummi ini terbilang baru di wilayah Kuningan Timur," ungkap Kang Apip disela kegiatan.

Ia berharap melalui kegiatan tersebut masyarakat dapat melihat dan mendengar apa yang ditampilkan. Bahwa hasil dari Metode Ummi dapat dikembangkan dan bermanfaat bagi masyarakat.

"Saya juga berharap yang diwisuda sebanyak 16 anak ini dapat menjadi inspirasi bagi yang lainnya. Tentunya membuat bangga para orangtuanya," tandasnya.

Sementara itu, Kepala TPA/DTA Amanah Geresik Ustadzah Rima Melati, mengatakan pihaknya merasa bersyukur dapat bekerjasama dengan Ummi Foundation, selaku founder metode pembelajaran Al Qur'an.

"Metode ini, dari pengajar sampai sistemnya telah terstandarisasi Al-Qur'an, bersertifikat dan terakreditasi. Metode Ummi ini dinilai langsung oleh Ummi Foundation Daerah," ungkapnya.

Ia pun berharap melalui kegiatan Maulid Nabi mampu mempererat hubungan sesama manusia. 



"Momen Maulid Nabi ini dapat mempererat silaturahim di antara kita semua, menciptakan generasi yang Qur'ani, dan melestarikan kearifan lokal," pungkasnya.

Terpantau dalam kegiatan tersebut, antusias  masyarakat Desa Geresik dan sekitarnya sangat tinggi. Ini terbukti dengan kehadiran ratusan peserta dari berbagai kalangan. (Nars)

No comments

Powered by Blogger.