Dandim 0615/Kuningan Ajak Dikusi Pentolan Ormas dan LSM


KUNINGAN - Sekira 20 pimpinan Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) di Kabupaten Kuningan, mendapat undangan silaturahmi dengan Dandim 0615/Kuningan, pada Kamis (09/01/2020). 

Kegiatan silaturahmi dilaksanakan di Gedung Mashud Wisnu Saputera, Makodim 0615/Kuningan, Jalan RE Martadinata.

Dandim 0615/Kuningan, Letkol Czi Karter Joy Lumi, membuka silaturahmi dengan para pentolan Ormas dan LSM tersebut dengan menerangkan tentang peran rakyat dalam perjuangan kemerdekaan negara Indonesia.

"Kita lihat dari sejarah, ternyata yang memenangkan Negara ini bukan tentara, tapi rakyat. Tentara pun lahir dari rakyat, sehingga ada motto TNI adalah tentara rakyat, anak kandung rakyat, " ungkap Dandim.

Maka dari dasar itu, sambungnya, lahirlah UU Nomor 3 tahun 2002 tentang pertahanan, bahwa sistem pertahanan negara Indonesia adalah sistem pertahanan rakyat semesta.

Maka, kata Dandim, ketika dalam diri rakyat jika ada konflik atau keretakan, pertahanan negara ini tidak akan kuat.

"Dari situlah dasar kenapa Kami mengundang Ormas dan LSM ke sini, untuk urun rembug diskusi," ujarnya.

Ketika dikonfirmasi media, terkait kegiatan  yang dilaksanakan, Dandim Karter Joy Lumi menerangkan bahwa melalui kegiatan tersebut pihaknya hanya ingin menjalin silaturahmi dengan LSM dan Ormas yang ada di Kuningan.

"Kami sadar bahwa mereka juga adalah komponen bangsa yang ada di Kuningan ini. Dalam diskusi tadi semuanya memiliki persepsi yang sama untuk kemajuan Kuningan, dan tegaknya NKRI, " kata Dandim.

Saat silaturahim berlangsung, Dandim sempat mengingatkan terkait aturan atribut pakaian dan seragam Ormas/LSM yang menyerupai TNI.

Pihaknya menjelaskan bahwa atribut dan seragam ormas adalah tanggungjawab pimpinannya. Dandim menghimbau agar Ormas dan LSM tidak menggunakan atribut dan seragam yang menyerupai TNI.



"Namanya LSM itu kan tidak semuanya satu pemikiran, mungkin pimpinanya memang sudah menghimbau, tapi namanya anak buah ada saja yang bisa diatur dan tidak," ujar Dandim.

Dandim menghimbau ada aturan penggunaan atribut dan seragam. Jangan Ormas dan LSM yang bermasyarakat,, justru malah jadi musuh masyarakat.

"Apalagi jika seragam mereka menyerupai loreng  TNI itu jelas tidak boleh. Karena Ormas dan LSM itu bukan Kombatan," tukas Dandim. (Nars)

No comments

Powered by Blogger.