Elit Tepis Pemberitaan yang Menohok Partainya



KUNINGAN - Jajaran Pimpinan DPD Partai Nasdem Kabupaten Kuningan menggelar agenda ngopi bareng beberapa awak media, bertempat di Agra Food Station,  Jalan Cut Nyak Dhien Kuningan, pada Selasa (18/02/2020).

Nampak hadir Ketua DPD Partai Nasdem Kuningan,  Hj Elit Nurlitasari,  bersama Sekretaris Daerah Partai Nasdem,  Wawan Herdiawan, dan Bendaharanya,  Ade. 



Selain itu hadir juga,  perwakilan pengurus DPC Partai Nasdem dari 8 kecamatan,  dan belasan awak media.

Dalam obrolannya,  Hj Elit selaku pimpinan Partai Besutan Surya Paloh di Kabupaten Kuningan ini,  mengatakan terkait banyaknya pemberitaan di salah satu media massa tentang partainya,  pihaknya perlu meluruskan dengan keterangan yang sebenarnya terjadi berdasarkan apa yang telah ia lakukan.

" Salah satunya,  terkait pemberitaan adanya pinjaman DPRD Kuningan pada anggotanya, yang kebetulan dari Partai Nasdem. Kami,  Saya dan anggota dewan yang bersangkutan telah dipanggil DPW Partai Nasdem Jabar.  Mereka mempertanyakan informasi terkait masalah tersebut, " jelas Elit.


Menurutnya,  karena dalam soal tersebut yang berhak menjelaskan adalah anggota dewan yang bersangkutan,  maka dirinya tidak bisa menjelaskan di forum itu.

" Padahal hari ini, Kami undang beliau,  tapi katanya hari ini ada rapat,  sehingga tidak bisa hadir, " ujarnya.

 Selain masalah pinjaman uang oleh pihak DPRD Kuningan,  DPW Nasdem Jabar juga mempertanyakan masalah pemberitaan terkait pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB)  rumah yang disewa DPD Nasdem,  sebelum pindah ke lokasi  Sekretariat saat ini.

" Soal katanya ada tunggakan PBB rumah yang sempat jadi kantor sekretariat kami, yang muncul di berita,  terus terang Saya tidak tahu ada perjanjian seperti apa,  antara Ketua DPD sebelum Saya dengan pemilik rumah," papar Elit.

Lazimnya,  imbuh Elit,  pembayaran PBB dibayarkan oleh pemilik rumah atau yang mengontrakkan bangunan tersebut. Sedangkan,  kewajiban yang harus dibayar penyewa, adalah hak yang habis pakai, seperti misalnya pemakaian listrik,  PAM,  dan biaya pemakaian Wifi.

"Bisa saja PBB itu dibayarkan oleh Si Pengontrak,  namun kami kan tidak tahu perjanjiannya seperti apa,  karena untuk itu perlu ada perjanjian dulu sebelumnya,  " katanya.

Terkait adanya pemberitaan Ketua DPD Nasdem tidak loyal pada pengurus DPC-nya, disanggah Elit,  bahwa loyalitas itu harus dimiliki bawahan ke atasannya,  bukan sebaliknya.

"Mungkin salah penyampaian saja,  karena yang harus loyal itu bawahan ke atasan.  Sedangkan sikap atasan ke bawahan itu namanya perhatian, bukan loyalitas, " tandasnya.

Adapun,  adanya tudingan 23 DPC Partai Nasdem yang hengkang dari kepengurusan DPD yang dipimpinnya,  Elit mengungkapkan harus dibuktikan dengan surat pengunduran diri dari mereka.



"Buktinya hingga saat ini Kami belum menerima satu pun surat pengunduran diri dari DPC yang ada. Karena pengunduran diri dalam sebuah organisasi resmi harus pakai surat,  bukan pakai urat, " sebutnya.

Dalam pertemuan dengan sejumlah wartawan itu,  Ia juga menyanggah beberapa tudingan lainnya yang ditulis dalam pemberitaan yang gencar diterbitkan salah satu media cetak.  Bahkan,  didampingi rekannya yang berprofesi sebagai advokat,  Elit,  berencana berkonsultasi kepada pihak berwajib agar bisa memroses tudingan-tudingan yang ditujukan pada pihaknya secara hukum.

"Ada beberapa tulisan di media tersebut yang diduga telah melanggar secara hukum. Kami akan mengkonsultasikan hal ini pada pihak kepolisian apakah bisa diproses lebih lanjut di jalur hukum, " tukas Elit didampingi Naibahu,  rekan advokatnya.  (Nars)

No comments

Powered by Blogger.