Warung Sate di Bantaran Sungai Cigeureung Amblas


KUNINGAN - Pertengahan Bulan Februari 2020 ini,  beberapa wilayah di Kabupaten Kuningan dilanda bencana akibat tingginya intensitas hujan selama sepekan. Selain bencana tanah longsor dan banjir,  Senin (18/02/2020), bencana tebing sungai amblas terjadi di wilayah Kecamatan Cigugur.

Warga Kelurahan / Kecamatan Cigugur, digemparkan dengan peristiwa amblasnya bantaran Sungai Cigeureung yang membawa serta sebuah bangunan warung di atasnya.



Peristiwa amblasnya tebing sungai yang berada di pinggir Jalan Raya Cigugur itu terjadi sekira pukul 21:30 WIB. Dampaknya Warung sate yang berada di bantaran sungai Cigeureung amblas masuk ke kedalaman 3 meter.

Ahmad Nawari, korban, pemilik warung sate, mengaku tidak ada firasat saat warung akan ikut amblas. Namun, kata dia,  anak ke enamnya bernama Khasbul yang berusia 8 tahun, sempat memperingati agar ibunya agar tidak mendekati warung sate.

" Saat akan kejadian tidak mempunyai firasat apapun, tapi anak saya Khasbul , sempat memperingati istri saya sambil menarik tangannya untuk tidak ke warung sate, pas maghrib. Tapi istri saya tetap buka dan berdagang di situ," ceritanya pada awak media. 

Diceritakan Ahmad lagi, setelah pukul 21.00 WIB saat itu wilayah Cigugur hujan, dan kondisi warung sepi. Saat itu,  setelah dirinya melihat kondisi tanah agak melebar baru saya tersadar.

"Kami buka warung sate jam 3 sore, nah pas anak saya bilang ga boleh ke warung sate, kami tidak menggubris, nah baru pas jam 9 malam, ko tanah agak melebar, nah pas sudah melihat ada yang aneh, dengan kondisi tanah kiat melebar, Saya buru-buru narik panggil istri Saya keluar dari warung, pas keluar dari tanah amblas sekitar pukul 21.30 malam," tambahnya.


Terlihat bangku-bangku dan meja yang ada di warung sate ikut amblas dengan kedalaman tebing sekitar 3 meter. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, dan untuk sementara ini terlihat ada garis polisi di sekitar lokasi.

Babinsa Kelurahan Cigugur Serda Budiono mengatakan penanggulan awal saat ini, dipasang police line agar tidak oleh masyarakat sekitar, dan berpesan kepada pemilik dapur agar selalu waspada.

"Sementara kita pasang police line, dan untuk yang dagang saya harap untuk mengamankan diri, selepas ini, sampah akan ditarik dengan bekerjasama dengan dinas lingkungan hidup," tegasnya saat diwawancarai di lokasi pada selasa (18/02/2020) usai pemasangan garis polisi bersama BPBD Kuningan dan Lurah setempat.



Lurah Cigugur, Nono mengatakan pihaknya akan  bekerjasama dengan unsur Muspika untuk mengambil material tanah longsoran dan bangunan warung yang menutupi badan sungai agar aliran air tidak tersendat. (Nars) 

No comments

Powered by Blogger.