Hajatan Dibubarkan Polisi, Kedua Mempelai Akui Legowo, Tenda Pelaminan Langsung Dibongkar


KUNINGAN - Pembubaran acara hajatan pernikahan yang diselenggarakan warga Blok Pasawahan Desa Sampora, Kecamatan Cilimus, oleh pihak Kepolisian Sektor Cilimus harus jadi contoh bagi warga Kuningan lainnya yang hendak menggelar acara keramaian di tengah merebaknya pandemi Corona.

Sesuai maklumat Kapolri dan himbauan Pemerintah, polisi maupun aparat penegak hukum lainnya,  tidak akan mentolelir adanya pengumpulan massa dalam jumlah banyak untuk mencegah penularan Covid-19 di masyarakat.



Meski mendapat teguran dalam bentuk pembubaran acara hajatan, kedua mempelai yang telah melakukan akad nikah pada Jum'at (27/03) pagi,  Ade dan Reza, mengaku legowo menerima tindakan aparat hukum pada acara yang digelarnya.

"Saya menerima pembubaran ini, karena sebelumnya memang sudah dikasih tahu Bapak Pembina di desa kami,  untuk hanya menyelenggarakan akad nikah saja. Terus,  memang yang hadir dalam akad pagi tadi pun hanya 8 orang, " kata mempelai wanita,  Reza Maharani (23 tahun),  saat dikonfirmasi di rumahnya,  Jum'at sore. 

Acara akad nikah yang disaksikan beberapa aparat kepolisian, imbuhnya, menjadi kenangan tersendiri yang bisa jadi pengingat sejarah.

Sementara, orangtua mempelai wanita, Soleh (60 Tahun)  mengaku tidak kaget saat acara walimah yang diselenggarakannya didatangi aparat Polsek Cilimus. Bahkan saat acara disuruh bubar pun, Ia telah siap dan tidak menolak. 

"Enggak kaget,  memang sebelumnya juga kami hanya akan mengadakan akad nikah saja. Pas disuruh bubar,  kami langsung bongkar tenda dan pelaminannya, " ujarnya pada media.

Sebelumnya juga,  imbuh Soleh,  setelah dapat surat izin keramaian dari kepolisian, Ia dihimbau tidak mengadakan acara hiburan untuk menghindari banyaknya tamu undangan.

"Hanya undangan sudah disebar, jadi takutnya ada tamu yang akan hadir,  ya kami mengadakan tenda dan pelaminan untuk menghormati tamu,  " paparnya. 



Terpantau hingga Jum'at sore,  para tamu undangan yang datang mengucapkan selamat kepada kedua mempelai berdatangan satu persatu, namun tidak berkerumun atau rombongan.

Para tamu pun,  sebelum masuk ke rumah dipersilakan untuk mencuci tangan dahulu dengan sabun hand sanitizer. (Nars) 

No comments

Powered by Blogger.