dr Deki: Instalasi Insfeksi RSUD 45 Sudah Beroperasi, Tak Pernah Tolak Pasien Covid-19


KUNINGAN - Dikritisi oleh Anggota DPRD, terkait kesiapan Instalasi Insfeksi RSUD 45 dalam menangani pasien Covid-19, Direktur RSUD 45, dr Deki Syaifullah, menyanggah pihaknya belum siap. Ditemui di sela serah terima bantuan APD, di halaman eks RSBCI, Sabtu (18/04), Deki meyakinkan bahwa Instalasi Insfeksi Covid-19 di Kuningan iru sudah benar-benar siap merawat pasien. 

"Sejak diresmikan Instalasi Insfeksi RSUD 45 ini tak pernah menolak pasien Covid-19, " tegas Deki. 



Ia menambahkan,  biasanya jika ada kasus yang diduga ada penolakan pasien,  itu datanya berpindah-pindah. 

"Kalau pasien Covid-19, baik ODP, maupun PDP,  apalagi yang sudah positif, itu biaya perawatannya gratis. Ada Juklak-Juknisnya dari Kemenkes yang mengaturnya, bahwa biaya perawatan pasien bisa diklaimkan oleh RS tersebut, " tandasnya. 

Ditanya terkait adanya biaya perawatan pasien yang membengkak yang dibebankan kepada pasien di salah satu RS Swasta di Kuningan, Deki menyuruh wartawan kuninganreligi.com untuk menanyakan kepada RS yang bersangkutan.

"Yang jelas untuk pasien Covid-19 itu memamg harus digratiskan,  biayanya ditanggung pemerintah, " kata Deki. 

Ia menuding,  jangan-jangan pasien yang dibebani biaya tersebut adalah pasien reguler, bukannya pasien Covid-19. Karena menurutnya,  rujukan dari Puskesmas juga harus jelas apakah pasien Covid-19 atau reguler. 

"Apalagi pasien tersebut tidak memiliki BPJS,  ya otomatis akan dibebani biaya,  jika Ia pasien reguler, " ujarnya. 

Kembali membahas Instalasi Insfeksi RSUD 45, Deki menyatakan, setelah diresmikan beroperasi,  pihaknya mempersilakan pihak Puskesmas, jika ada pasien yang semula ODP,  sampai PDP,  silakan bisa menghubungi pihaknya agar pasien bisa dirawat di eks RSBCI itu. 

"Instalasi Insfeksi ini kan afiliasi dari RSUD 45, silakan hubungi kami saja,  " sebutnya.

Jika ada pasien yang kondisinya sudah membaik,  akan dipulangkan. Namun jika kondisi pasien memberat,  apalagi hasil rapid dan swabnya positif,  Ia akan diisolasi langsung.  

Sebelumnya diberitakan, salah seorang Anggota DPRD Kuningan mempertanyakan kesiapan Instalasi Insfeksi RSUD 45 dalam menerima pasien Covid-19.



Malahan,  Ia sempat meceritakan ada "penolakan"  dari pihak rumah sakit tersebut,  saat pasien akan dirujuk ke eks RSBCI itu. 

"Akhirnya pasien dirawat di sebuah RS Swasta dan diminta bayaran biaya perawatan. Padahal,  untuk pasien Covid-19 kan harusnya digratiskan, " ujar Yaya,  Anggota DPRD dari Fraksi PKS itu. (Nars) 

No comments

Powered by Blogger.