Kabar Baik, Tak Ada Penambahan Kasus, Ini Kata Ketua IDI


KUNINGAN - Kabar baik, pada Kamis (09/04/2020), jumlah kasus Covid-19 di Kabupaten Kuningan tidak mengalami kenaikan. Dalam data kasus Covid-19 bersumber dari Crisis Center Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Kuningan, jumlah total kasus masih tercatat sebanyak 718 kasus.  Angka tersebut masih sama dengan angka jumlah kasus di hari sebelumnya.

Ketua IDI Kuningan, dr Asep Hermana, dalam keterangannya mengatakan bahwa jika melihat tidak ada kenaikan angka kasus, diharap bisa terus menurun trendnya. 



"Kalau dilihat dari trend-nya memang akan demikian, selama arus mudik tidak bertambah dan pemudik tidak menjadi sumber penular (jika diam di rumah saja-red), " ucap dr Asep. 

Ia merinci,  dari data yang ada terlihat ada trend penurunan ODP aktif setiap harinya, dari 329, 302, 229, 130, 130 hingga ke angka 69.

Kalaupun terjadi kesalahan entry data, imbuh Asep,  kemungkinan kesalahan itu tidak akan sampai di 10 persen. 

"Ini juga bisa menjadi pertanda, Alloh SWT tetap sayang sama orang Kuningan, " sebutnya. 

Trend penurunan angka kasus ODP, jelasnya lagi,  jika dilihat dari tanda fisik,  adalah imbas dari efektifnya program yang diterapkan Pemda, Polri, TNI dan Stakeholder lainnya. 

Di samping itu,  peningkatan kesadaran masyarakat untuk pengawasan di desa masing-masing dan keberhasilan edukasi tim Puskesmas dengan dukungan media yang begitu agresif, juga jadi faktor lainnya. 

" Ditambah keberhasilan tatalaksana di area pelayanan RS sehingga ODP dan PDP bisa diturunkan. Semoga saja prediksi kita semua ini benar untuk ke depannya, " harap Asep. 

Ia mengajak semua pihak untuk tetap kompak menjaga agar tidak ada lagi penambahan kasus Covid-19 di Kuningan..

"Yang ODP dan PDP mari kita tolong agar segera sembuh.  Semoga tempat (perawatan-red) nya cukup,  yang merawatnya sehat dan yang memberitakan kabar baik ini diberi pahala,  " doanya penuh harap. 

Sebelumnya diberitakan, untuk wilayah Kabupaten Kuningan, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 telah memprediksi masa emas (golden periode) penanganan penyebaran virus tersebut. 



Masa emas tersebut ada di dua pekan awal April 2020. Jika semua pihak bisa bekerjasama melakukan himbauan agar memutus mata rantai penyebaran virus, maka setelah masa emas itu akan terjadi penurunan kasus Covid-19 di Kuningan.
(Nars) 

No comments

Powered by Blogger.