Kompak, Aparat dan Warga Desa Cipedes Buat Jembatan Sementara Penghubung Dua Dusun


KUNINGAN - Aparat TNI Kodim 0615/Kuningan, Kepolisian Resor Kuningan,  BPBD,  Relawan dan warga Desa Cipedes, Kecamatan Ciniru memperlihatkan kekompakkan saat bergotong-royong membuat jembatan sementara penghubung Dusun Cisalak dan Dusun Pahampoan desa setempat,  pada Selasa (26/05) siang. 

Jembatan sementara itu dibuat setelah jembatan utama ambruk saat terjadi hujan deras yang mengakibatkan aliran sungai meluap dan menggerus tanah penyangga jembatan pada Senin (25/05) sore. 



"Ya tadi warga bersama aparat selesai membuat jembatan sementara dari kayu batang Pohon Kelapa,  " terang Kepala Desa Cipedes,  Nana Rusdiana, saat dihubungi media melalui sambungan seluler.

Setelah mengetahui bencana ambruknya jembatan utama penghubung Dusun Pahampoan dan Cisalak Desa Cipedes,  pada Senin sore, puluhan warga segera merencanakan pembuatan jembatan sementara bersama aparat terkait. 

"Beberapa material sisa jembatan utama yang ambruk dievakuasi,  dan untuk penanganan sementara,  agar warga tidak terisolir,  maka dibuat jembatan sementara itu, " imbuhnya. 

Pria yang juga mantan Anggota DPRD Kuningan ini menambahkan,  sebelum jembatan sementara dibangun,  warga melakukan penebangan beberapa batang Pohon Kelapa sebagai material utama.

"Kebetulan jarak lokasi penebangan Pohon Kelapa itu jauh dari lokasi jembatan.  Maka,  saat akan dibuat,  batang pohon itu dibawa secara manual dengan bersama-sama.  Tadi mereka sangat kompak saat membawa batang pohon itu,  " papar pria yang sudah dua periode menjabat Kades di Cipedes ini.


Dengan dibuatnya jembatan sementara itu,  akhirnya warga dari dua dusun di Desa Cipedes bisa terhubung  lagi.  Mereka bisa melalui jembatan sementara itu walau hanya dengan jalan kaki dan memakai kendaraan roda dua saja. 

"Baru kendaraan roda dua yang bisa lewat, " singkat Nana. 



Sebelumnya,  jembatan penghubung dua dusun itu ambruk pada Senin (25/05) sore,  akibat abrasi sungai. 

Hujan dengan intensitas tinggi,  mengakibatkan luapan air sungai yang menggerus tebing penahan jembatan. 

Sekira 250 warga di dua dusun sempat terisolir akibat ambruknya jembatan utama tersebut. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu. (Nars) 

No comments

Powered by Blogger.