Lebaran, Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Kuningan Catat Tidak Ada Penambahan Kasus


KUNINGAN - Tepat pada Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriyah, Ahad (24/05), Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Kuningan mencatat tidak ada penambahan kasus Covid-19 hampir di setiap kategori kasus.

Hal itu diungkapkan Kepala Pelaksana BPBD Kuningan, Agus Mauludin dalam keterangan persnya melalui sambungan pesan Whatsapp kepada kuninganreligi.com, Ahad sore.



"Ya hanya untuk kasus Orang Dengan Pemantauan (ODP) masih ada penambahan kasus berjumlah 4 orang berdasarkan data dari Rumah Sakit dan Puskesmas, " terangnya.

Pejabat yang juga bertindak sebagai juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kuningan ini, menjelaskan secara rinci bahwa untuk kasus PDP, Rapid Positif, Rapid Positif Sembuh, Kasus Konfirmasi, Kasus Konfirmasi Sembuh dan OTG, semuanya tidak ada penambahan kasus hari ini.
Seraya memberikan data catatan jumlah per-kasus, Agus menerangkan bahwa untuk Kasus Pasien Dalam Pengawasan (PDP) tercatat ada 27 pasien masih dalam proses pengawasan, Untuk PDP selesai pengawasan ada 103 orang, sehingga total kasus PDP yang tercatat ada 130 orang.

"Dari sejumlah PDP tersebut tercatat ada 25 kasus Rapid Positif dan 14 kasus Positif Aktif. Dengan rincian, Rapid Positif pengawasan (10), meninggal (2) dan sembuh (13). Positif Aktif pengawasan (8), meninggal (1) dan sembuh (5), " rinci Agus.

Untuk kasus ODP diterangkan ada total 1.620 orang yang terdiri dari 39 dalam proses pemantauan, serta 1.581 orang selesai pemantauan. Sementara kasus Orang Tanpa Gejala (OTG) ada 231 orang, dengan rincian 31 dalam proses pemantauan dan 200 orang selesai pemantauan.

"Secara globalnya, kasus Covid-19 di Kabupaten Kuningan yang  ada dalam data Crisis Center kami tercatat total 1.981 kasus. Sejumlah 97 kasus dalam proses dan 1.884 kasus selesai, " gamblangnya.

Hingga hari ini Pemerintah Kabupaten Kuningan masih menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk menekan angka penyebaran virus corona di masyarakat.



"Untuk agenda silaturahim, mushafahah dan saling kunjung antar warga selepas acara Sholat Idul Fitri pun ditekankan agar dihindari. Lebih baik silaturahmi bermaaf-maafan melalui media elektronik dan pesan singkat saja, " tandas Agus beberapa waktu lalu. (Nars)

No comments

Powered by Blogger.