Bayi Hidrosefalus Dijenguk Lagi Aleg PKB, Sudah Ada Perkembangan Kesehatan


KUNINGAN - Meski sudah menjadi Anggota DPRD Kuningan,  Susanto,  tetap menjaga rutinitasnya untuk berbagi pada warga yang berkekurangan. Rasa empatinya pada sesama memang sudah ditunjukkan jauh sebelum dirinya menjadi anggota legislatif.



Hal itu terlihat saat dirinya menyambangi rumah-rumah warga di Kampung Tugu, Desa Tugumulya, Kecamatan Darma, untuk sekadar memberi beberapa paket sembako, pada Kamis (25/06/2020) sore. 

"Ini mah kegiatan rutin keluarga besar Saya, terutama setiap Kamis malam Jumat, sejak sebelum Saya jadi anggota legislatif, " ungkap Susanto, saat ditanya kuninganreligi.com terkait kegiatan tersebut. 

Selain membagikan paket sembako secara langsung, Susanto juga menitipkan pesan kesehatan serta meminta agar warga terbuka pada dirinya, sebagai wakil rakyat,  bilamana ada hal yang bisa dibantu. 

"Tadi juga menyerap beberapa keluhan mereka, yang menjadi referensi bagi Saya saat bertugas untuk disampaikan pada pemerintah daerah,  " ujarnya. 

Satu keluarga yang disambanginya adalah orangtua bayi Husna Kamila (2 tahun), penderita Hidrosefalus, yang beberapa bulan lalu juga dikunjunginya. 

"Ya benar,  tadi juga kami menjenguk lagi Bayi Husna yang, maaf,  menderita Hidrosefalus, sudah dua tahun mereka masih perlu uluran tangan dan perhatian, " kata Susanto. 

Dalam kunjungan kedua kalinya itu,  Ia terus memberikan dorongan moral dan semangat pada orangtua Bayi Husna Kamila agar bisa tetap semamgat merawatnya. 

“Kami siap memfasilitasi dalam memberikan keringan terhadap orang tuanya,” ungkapnya.

Sementara itu, Kecih Sukaesih Ibu Bayi Husna berharap anaknya bisa sembuh dan kembali normal. Tiga bulan terakhir, usai melakukan rawat jalan dari Rumah Sakit Gunung Djati Cirebon, Bayi Husna terus mengalami perubahan.

"Sekarang nafsu makannya bagus, Dia suka yang manis-manis dan tidak sering nangis lagi,” kata Kecih.

Di tengah kesibukannya merawat Bayi Husna,  Kecih,  juga ternyata memiliki kegiatan menjadi guru ngaji di lingkungan rumahnya. Mengajar ngaji bagi anak-anak usia SD-SMP,  sudah dilakukannya selama 10 tahun

Sementara,  Dedi, ayah Bayi Husna,  sudah beberapa bulan ini tidak bisa pulang kampung. Ia bekerja di rantau sebagai office boy di Jakarta. 



"Apalagi dengan adanya pandemi Covid-19 ini,  suami Saya tidak bisa pulang,  karena jika pulang,  takut tidak bisa kembali lagi ke Jakarta,  karena aturan karantina dan harus adanya SIKM,  " pungkas Kecih. (Nars) 

No comments

Powered by Blogger.