Merasa tak Dilayani DPRD, Audiensi DPD TOPAN-RI Batal Digelar


KUNINGAN - Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Team Operasional Penyelamatan Asset Negara (TOPAN) Republik Indonesia Kabupaten Kuningan, Mulyawan,  menyayangkan keterlambatan pihak DPRD Kuningan untuk menerima audiensi yang telah mereka ajukan kepada pimpinan DPRD Kuningan pada Jum'at (19/06/2020) siang. 



Semula mereka bersurat meminta waktu beraudiensi dengan pihak DPRD Kuningan pada Jum'at pagi dengan tema yang dibahas adalah Audiensi Pengawasan Covid-19. Dan mereka pun mendapat surat balasan dari Ketua DPRD,  Nuzul Rachdi,  sebagai undangan audiensi dengan waktu pelaksanaan pukul 09:00 WIB. 

"Kami dari sebelum pukul 09:00 sudah datang ke sini,  namun setelah menunggu lebih dari setengah jam,  pimpinan DPRD tak ada yang menerima kami,  " ujar Iwan,  sapaannya. 

Ia menyebutkan, akibat keterlambatan kehadiran dari pihak DPRD tersebut,  maka Iwan dan rekan-rekannya pengurus DPD TOPAN-RI Kuningan,  memilih untuk tidak jadi menghadiri audiensi. 

" Setelah menunggu lama,  karena kami juga memiliki aturan,  prinsip dan keperluan lain,  maka Kami DPD TOPAN-RI Kuningan memilih Walk Out, dan akan melakukan komunikasi lebih lanjut dengan mereka nanti,  " kata Iwan. 

Ia menandaskan, kenapa pihaknya memilih beraudiensi dengan DPRD. Karena,  DPRD menurutnya sebagai kepanjangan tangan masyarakat yang bisa menghubungkan komunikasi dengan pihak-pihak terkait jika ada permasalahan yang ada di masyarakat.

"Kami menunggu Ketua DPRD untuk menghubungi kami terkait kelanjutan audiensi ini,  jangan sampai menjadi polemik atau masalah baru di masyarakat, " tandasnya. 

Adapun permasalahan yang ingin dibahas pihaknya dengan DPRD adalah terkait fungsi DPRD sebagai lembaga pengawasan,  di masa pandemi Covid-19 ini. Karena pihaknya melihat di Kuningan ada kerancuan-kerancuan saat ini.

"Saat pandemi Covid-19 ini kan banyak yang merasa ketakutan dengan virus tersebut. Soal anggaran dan penanganan itu ranah pemerintah. Yang ingin kami tahu,  sejauhmana pengawasan DPRD terhadap hal itu,  " tegasnya. 



Terpisah,  Ketua DPRD Kuningan, Nuzul Rachdi, saat dimintai tanggapan tentang aksi pulangnya pengurus DPD TOPAN-RI menanggapinya datar. Ia meminta, agar bisa dilakukan audiensi kembali,  pengurus DPD TOPAN-RI agar mengirimkan surat permohonan audiensi lagi pada pihaknya. 

"Ya kami juga sudah mengundang para pihak terkait untuk audiensi tadi,  kenapa bubar.  Silakan saja kirim surat lagi,  pasti akan kami akomodir, " ungkap Zul, sapaanya, di ruang kerjanya, Jum'at siang.  (Nars) 

No comments

Powered by Blogger.