Curhat ke Anggota DPRD, Warga Desa Darma Kesulitan Cari Ikan dan Butuh Pasokan Air


KUNINGAN - Anggota Legislatif Kuningan dari Fraksi Gerindra Bintang, Deki Zainal Mutaqin, mengapresiasi semangat masyarakat Desa/Kecamatan Darma untuk menata pembangunan daerahnya. Apalagi dengan gebrakkan kepala desa yang belum setahun ini dilantik, program pembangunan Desa Darma telah diinvsntarisir dengan skala prioritas untuk dilaksanakan.

Deki mengatakan hal itu saat menggelar kegiatan Reses Caturwulan 3 Tahun Sidang 2019/2020, dengan mengumpulkan belasan tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh agama dan beberapa aparat desa setempat, pada Selasa (07/07/2020) kenarin. 



"Pertemuan dengan sejumlah masyarakat kali ini cukup memberikan narasi-narasi bagi kami sebagai wakil rakyat, untuk bisa dijadikan bahan bagi pemerintah dalam mensejahterakan warganya lewat program pembangunan yang diusulkan tadi, " ungkap Deki. 

Seandainya semua desa bisa menyusun rencana program pembangunan dengan rapi, seperti yang disampaikan melalui kepala desa dalam reses tersebut,  Deki menyatakan, mungkin tujuan mensejahterakan masyarakat bisa segera diwujudkan.

"Kaitan dengan reses yang Saya laksanakan, Saya menangkap beberapa aspirasi yang memerlukan adanya sinergitas bersama,  dan menyangkut kebutuhan yang memerlukan bantuan,  baik dari pemerintah pusat, provinsi maupun kabupaten, " papar Aleg yang juga mantan aktivis ini. 

Pihaknya berharap, dari hasil reses tersebut beberapa program yang disampaikan bisa segera direalisasikan dan diperhatikan pemerintah.

"Nanti kita akan sampaikan laporan hasil reses ini agar bisa jadi masukan bagi pemerintah daerah. Mudah-mudahan bisa segera terealisasi, " ujarnya. 

Sementara, mewakili warga Desa Darma, Kepala Desa Yadi Juharyadi mengungkapkan beberapa usulan program yang selama ini menjadi prioritas dari kebutuhan warganya. 

"Kita sampaikan kepentingan warga ini melalui wakil rakyat. Agar bisa menjembatani antara keinginan masyarakat dengan pemerintah daerah, " kata Kades. 

Dalam reses tersebut, kata Yadi, masyarakat menginginkan agar fungsi Waduk Darma bisa dikembalikan pada prioritas semula, yakni sebagai embung penyedia air dan gudang nutrisi dari sektor perikanan untuk warga sekitarnya. 

"Karena saat ini susah sekali warga sekitar Waduk Darma memperoleh ikan, kecuali dari jaring apung yang sebagian besar bukan milik warga Darma,  " ucapnya. 

Dari ribuan jaring apung yang ada di perairan Waduk Darma,  yang menjadi milik atau dikelola oleh warga Desa Darma hanya ada 6 orang saja. 

"Dari sekira hampir 8000 penduduk Desa Darma, hanya enam orang yang memiliki jaring apung. Sisanya milik warga luar Desa Darma,  " tandas Yadi. 

Sedangkan, ribuan jaring apung yang ada di perairan Waduk Darma itu,  imbuhnya,  bukan untuk memenuhi nutrisi masyarakat sekitar,  tapi murni untuk bisnis.

"Jika ikan di Waduk Darma, di luar jaring apung ini bisa diperbanyak lagi,  ini bisa mengundang para pemancing ikan. Mereka itu berdatangan dari luar daerah dan akan menyumbang sektor ekonomi warga sini. Jangan salah, para pemancing itu bisa menghabiskan uang ratusan ribu untuk belanja pada warung-warung di sekitar waduk, " paparnya. 

Sementara untuk kebutuhan air rumah tangga,  Kades Yadi menuturkan, belum semua warga mendapatkan pasokan air yang cukup. Hanya yang memiliki uang saja yang bisa menikmati pasokan air yang cukup dari waduk. 

"Masyarakat Desa Darma butuh adanya pipanisasi untuk memasok air yang cukup ke rumah mereka,  " sebutnya. 



Selain itu,  warga Desa Darma juga berharap agar Pasar Desa Darma bispa direvitalisasi. Karena,  lebih dari 300 orang pedagang di Pasar Darma adalah warga Desa Darma. 

"Saya ingat,  Pak Gubernur Jawa Barat pernah mengatakan bahwa jika warga desanya 30 persen bermatapencaharian sebagai pedagang maka desa itu akan makmur,  " tutupnya. (Nars) 

No comments

Powered by Blogger.