Harga Hewan Kurban Sudah Naik, Namun Masih Sepi Pembeli


KUNINGAN - Sejumlah pedagang hewan di pasar hewan Awirarangan Kabupaten Kuningan bersiap menghadapi "maremaan" (ramainya pembeli jelang hari raya-red) Idul Adha 1441 Hijriyah. Geliat perdagangan hewan di pasar yang berlokasi di Jalan Jenderal Sudirman tersebut, pada Kamis (10/07/2020) mulai terlihat. 

Namun,  menurut Dadang (52 tahun), pedagang kambing asal Awirarangan, karena Hari Raya Idul Adha masih jauh, yang ramai saat ini adalah transaksi antara peternak dan para bandar, bukan dengan pembeli dari masyarakat umum. 



"Iya, masih didominasi oleh pembelian untuk dijual lagi, bukan pembeli dari warga untuk jadi hewan kurban secara langsung,  " ungkap Dadang saat diwawancarai media. 

Ditanya soal harga kambing atau domba yang layak untuk jadi hewan kurban, Ia menyebutkan, bahwa standar harga minimal berada di angka Rp 2,5 juta/ekor. Untuk kambing yang lebih bagus,  ada yang mencapai harga Rp 3,5-4 jutaan. 

"Untuk marema sih belum, nanti perkiraannya jika seminggu lagi mau lebaran haji baru terasa ramai pembeli langsung, " kata Dadang. 

Karena belum masa maremaan,  Ia mengaku membawa 15 ekor kambing untuk dijual, namun hingga siang hari belum ada yang laku seekor pun. 

Bicara hari pasaran hewan di daerah Awirarangan, Dadang mengatakan bahwa biasanya pasar hewan di lokasi itu, buka dua kali dalam sepekan,  yakni Hari Senin dan Kamis. Namun jika mendekati hari raya,  bisa tiga kali dalam sepekan. 

"Bahkan sebelum Idul Adha biasanya tiga hari berturut-turut ramai orang mencari kambing atau domba di sini, " ucapnya. 

Sementara,  imbuhnya, untuk pasar hewan lainnya pun punya hari pasaran masing-masing. Untuk Pasar Ciawigebang misalnya,  biasa ramai di Hari Jum'at dan Selasa. 

"Kambing yang dijual di Kuningan kebanyakan didatangkan dari Tasikmalaya, karena bagus-bagus,  " katanya. 

Selama pandemi Covid-19 ini, para pedagang Kambing di Kuningan juga mengalami kelesuan transaksi. Namun setelah ada kelonggaran PSBB menuju AKB, Ia mengatakan harga kambing mulai meningkat. 

"Cuma pembelian masih sepi, rata-rata diborong oleh para pengepul atau bandar. Belum ada pembeli langsung untuk hewan kurban,  " tutupnya. 

Untuk diketahui, menjelang ramainya transaksi perdagangan hewan kurban, Dinas Perikanan dan Peternakan, Kabupaten Kuningan mulai melakukan pemeriksaan kesehatan dan kelayakan hewan tersebut. 



"Pemeriksaan kesehatan kita lakukan agar pembeli hewan kurban tidak kesulitan saat memilih. Karena hewan yang layak dan sehat kita berikan tanda berupa kalung sehat dan layak, " ucap Kabid Peternakan,  Diskannak Kuningan,  Lia Priliawati, saat melakukan pemeriksaan kesehatan hewan,  Kamis (10/07).

Dalam pemeriksaan hari ini, pihaknya tidak menemukan hewan yang terkena penyakit. Meski, beberapa hewan dinyatakan belum layak, karena tidak cukup usia dan ada cacat ringan. (Nars) 

No comments

Powered by Blogger.