Kapolres Kuningan Fasilitasi Warga Sekitar Gunung Ciremai untuk Tahu Strategi Penanganan Karhutla


KUNINGAN - Jajaran Polres Kuningan melalui Satuan Binmas Polres Kuningan menggelar agenda Focus Group Discussion (FGD) terkait upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) pada Rabu (22/07/2020) bertempat di Hotel Ayong, Kecamatan Cilimus, Kabupaten Kuningan.

Kegiatan FGD dibuka oleh Kapolres Kuningan, AKBP Lukman Syafri Dandel Malik, didampingi Kapolsek Cilimus dan Kasat Binmas Polres Kuningan. Adapun pemateri yang dihadirkan adalah dari BPBD Kuningan, Heru Hermawan, dan dari BTNGC, Andre Jatmiko.



Peserta kegiatan adalah 25 orang perwakilan warga dari 6 desa yang ada di sekitar Gunung Ciremai, yakni Desa Cisantana, Pajambon, Sangkanherang, Linggajati, Setianegara dan Cibuntu.

"Kita mengambil tema Strategi Pemberdayaan Masyarakat dalam Rangka Pencegahan Kebakaran Hutan Dan Lahan (Karhutla) di Kabupaten Kuningan, " ucap Kapolres Lukman dalam keterangan persnya.

Kapolres menjelaskan bahwa dalam FGD itu dipaparkan strategi-strategi terkiat penanganan Karhutla pada masyarakat. 

"Strategi tersebut di antaranya adalah pentingnya peningkatan penanganan Karhutla mulai dari pusat hingga daerah untuk melakukan pencegahan, early warning, penetapan siaga darurat lebih dini, menerapkan reward and punishment, peninjauan lapangan serta mengajak masyarakat untuk mencegah terjadinya Karhutla di wilayah mereka, " papar Kapolres.

Ditambahkan, strategi kedua,  adalah dengan elakukan teknik modifikasi cuaca untuk pengaturan ritme hujan. 

"Mudah-mudahan kesiapan kita dalam modifikasi cuaca, kiranya bisa membuat kita melakukan pengaturan ritme hujan,” harap Kapolres.



Pihaknya mengajak semua pihak harus meletakkan kewaspadaan tinggi dalam menghadapi kemarau. Maka berdasarkan evaluasi telah dapat diidentifikasikan arah langkah kedepan dalam kewaspadaan dan monitoring cuaca yang tidak menunggu sampai musim kemarau tiba.

" Yang terakhir kita harus melakukan inovasi untuk mempercepat dan mempermudah upaya pencegahan karhutla. Misalnya mencetak desa mandiri, pengendalian ruang wilayah oleh swasta dan masyarakan pada lahan hutan dan kebun serta pembukaan lahan tanpa bakar. Itu semua menjadi langkah penting, " tutupnya. (Nars)

No comments

Powered by Blogger.