Lapak Tahu Kopeci Sempat Terbakar, Bangunan Bisa Diselamatkan dari Amukan Api


KUNINGAN - Sebuah foto yang memperlihatkan peristiwa kebakaran di salah satu lapak perusahaan tahu ternama di Kabupaten Kuningan, Tahu Kopeci, yang terletak di Jalan Veteran Kuningan, tersebar di beberapa grup percakapan Whatsapp warga Kuningan, pada Rabu (22/07/2020), siang.

Ternyata peristiwa kebakaran tersebut benar terjadi di Lapak Tahu "Kopeci" milik Wandi (55 tahun), yang beralamat di Blok Kuningan RT 07 RW 03 Kelurahan/Kecamatan Kuningan.



Kepala UPT Damkar Satpol PP Kuningan, M Khadafi Mufti, membenarkan peristiwa kebakaran tersebut. Pada Rabu siang, sekira pukul 12:15 WIB, kebakaran tersebut sudah berhasil ditangani pihaknya.

"Iya,  bangunan yang Terbakar hanya dapur dengan ukuran 36 meter persegi, " terang Khadafi.

Dijelaskannya, kronologi kejadian menurut keterangan saksi mata sekaligus pemilik warung, bahwa sekira pukul 11.30 WIB, Ia  sedang berkatifitas menggoreng tahu, seperti biasanya.

Kemudian tiba-tiba api menyambar minyak yang nempel pada dinding Exsos, dan api membesar.

Melihat ada kejadian itu, salah seorang pengguna jalan Veteran yang melintas, Eka (46 tahun) segera melaporkan kejadian kebakaran ke kantor UPT Pemadam Kebakaran Satpol PP Kabupaten Kuningan.

"15 menit dari pertama kali kejadian,  1 Randis Damkar dan 5 anggota Damkar berangkat menuju TKP, dan tiba di TKP lima menit kemudian, " imbuh Khadafi.

Dengan dibantu warga sekitar, anggota kepolisian Sektor Kuningan, anggota Satpol-PP Kuningan, akhirnya api dapat dipadamkan pada 12.00 WIB.

"Penyebab kebakaran diduga dari percikan minyak dari penggorengan yang menempel di tembok saat memasak, " ujar Khadafi.

Dari kejadian itu, korban mengalami kerugian materi sekira total Rp 500 ribu rupiah, karena hanya alat penggorengan tahu saja yang tidak terselamatkan. Sedangkan fisik bangunan bisa diselamatkan.



"Dihimbau kepada seluruh warga masyarakat agar mewaspadai bahaya /potensi kebakaran yang bersumber dari tungku, gas, listrik, dan yang lainnya, " kata Khadafi.

Warga masyarakat yang memiliki tempat usaha juga diminta melengkapi tempat usahanya dengan APAR (alat Pemadam api ringan) dengan kondisi layak guna dan layak pakai. (Nars)

No comments

Powered by Blogger.