Astaghfirullah, Anak Kandung Tega Aniaya Ibunya Hingga Menjemput Ajal


KUNINGAN - Perilaku seorang anak pada orangtua seharusnya menghormati dan berbakti. Namun tidak begitu dilakukan oleh OS, warga Rt 01 Rw 02 Dusun Bojong Desa Kadatuan Kecamatan Garawangi. Pria berusia 45 tahun ini, diduga tega melakukan penganiayaan pada ibu kandungnya sendiri, Jumirah (75 tahun),  pada Jum'at (21/08/2020) sore, sehingga ibunya meninggal dunia.

Berdasarkan keterangan Babinsa Desa Kadatuan, Koramil 1513/Garawangi, Kodim 0615/Kuningan, Pelda Sukirman, kejadian penganiayaan seorang ibu oleh anak kandungnya itu terjadi sekira pukul 17:00 WIB di rumah korban.



"Motif dugaan penganiayaan sehingga ibunya meninggal oleh pelaku belum diketahui. Namun pelaku diduga mengalami gangguan mental. Ia sakit jiwa sudah lebih dari 8 tahunan, " terang Pelda Sukirman pada media, Jumat malam.

Setelah menerima informasi adanya penganiayaan itu, Babinsa Kadatuan, Pelda Sukirman segera menghubungi pihak Kepolisian Polsek Garawangi dan pelaku berhasil diamankan.

Terpisah, salah seorang anggota Polsek Garawangi, saat ditemui di Mapolsek, mengatakan bahwa aparat kepolisian Polsek Garawangi, saat berita ini ditulis, masih berada di TKP untuk melakukan olah TKP bersama jajaran Polres Kuningan.

"Pak Kapolsek sedang di TKP, nanti keterangan jelasnya langsung dari beliau saja, " ujarnya.

Sementara, salah seorang tetangga pelaku dan korban, Didi Nur (45), menambahkan bahwa terduga pelaku memang dikenal memiliki gangguan jiwa atau stress.

"Iya stress, menurut informasi yang Saya terima pelaku diduga menganiaya ibunya dengan ulekan yang dipukulkan ke kepala ibu kandungnya sendiri, " ujar Didi, yang juga tokoh pemuda setempat.



Terduga pelaku, imbuhnya adalah anak keenam dari tujuh bersaudara. 

Saat dikonfirmasi, Didi mengatakan, jenazah korban Jumirah, sudah dibawa ke RSUD 45 untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. (Nars)

No comments

Powered by Blogger.