Kuningan Bersiap Hadapi Kemarau, Waduk Darma Surut 6 Sentimeter per-Hari


KUNINGAN - Kabupaten Kuningan bersiap menghadapi musim kemarau. Memasuki Bulan Agustus 2020, suasana kemarau mulai terasa di sebagian besar wilayah di Kabupaten Kuningan. 

Seperti yang pernah dikatakan oleh Sekretaris Daerah Kuningan, H Dian Rachmat Yanuar, beberapa waktu lalu, bahwa sebagian kecamatan di wilayah timur dan selatan Kuningan rawan kekeringan. Pihaknya mengaku telah melakukan koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk BBWS, dalam mengantisipasi dampak kekeringan yang setiap tahun menjadi langganan di wilayah tersebut.



Ancaman kekeringan tersebut diamini pihak Balai Besar Wilayah Sungai Cisanggarung, melalui Petugas Operasi Pintu Air yang berkantor di sekitar Waduk Darma, Kecamatan Darma, Kabupaten Kuningan.

Menurutnya, persediaan air untuk kebutuhan sebagian warga Kuningan, baik itu untuk pengairan lahan pertanian maupun air baku mulai berkurang.

  
Petugas BBWS itu, Iyan Hidayat, mengatakan saat ini pihaknya mulai memperketat jadwal pendistribusian air untuk masyarakat. Hal itu disebabkan volume air Waduk Darma saat ini mengalami penurunan hingga 1 meter kubik per detiknya. 

"Secara kalkulasinya, dalam 1 hari diperkirakan terjadi penurunan ketinggian permukaan air setinggi 6 cm. 

"Dalam sehari ada sekira 1 juta meter kubik air ke luar Waduk Darma ini. Saat ini volume air waduk masih ada sekira 37 juta meter kubik,  " kata Iyan, kepada media, Ahad (09/08).

Mengenai pembukaan pintu air, ujar Iyan, untuk kebutuhan masyarakat Kuningan dan Cirebon.

"Ini sudah terjadwal dan sesuai dengan periodenya," katanya.  

Menyinggung soal pendangkalan di Waduk Darma, Iyan mengatakan, setiap tahunnya memang terus mengalami sendimentasi atau penumpukan lumpur yang terjadi di dasar perairan waduk. 

"Pengukur biasanya di lakukan lima tahun sekali dan terakhir, jumlah volume air akibat terjadi pendangkalan, saat ini sekitar 37 juta meter kubik," katanya. 



Untuk musim kemarau ini, pihaknya ketat memantau buka tutup pintu air yang ke luar Waduk Darma. Karena pihaknya meemastikan bahwa volume air waduk tetap terjaga dan kebutuhan warga akan air bisa terpenuhi.

"Kalau musim hujan sih, jarang atau tidak ada sistem buka tutup ini. Biasanya kalau musim hujan kita tutup saja, " imbuh Iyan. (Nars)

No comments

Powered by Blogger.