Tak Berkepentingan, Warga Jangan Dulu ke RSUD'45 Kuningan


KUNINGAN - Direktur RSUD 45 Kuningan, menyebutkan beberapa pembatasan pelayanan umum yang dilakukan pihaknya, paska diketahuinya hasil swab massal, bahwa belasan tenaga kesehatan dan karyawan di RSUD 45 terpapar Covid-19.



Pembatasan layanan itu berupa ditiadakannya jam besuk pasien dan untuk jumlah penunggu pasien yang masih dirawat, hanya satu orang dari pihak keluarga.

"Untuk menjaga hal yang tidak diinginkan kami minta warga yang tidak berkepentingan agar jangan dulu masuk ke lingkungan RS, " pinta Deki, saat dikonfirmasi media pada Senin (03/08/2020) siang.

Selain itu, pihaknya juga menunda pelayanan operasi yang tidak emergency untuk beberapa waktu yang belum bisa ditentukan.

"Sementara untuk operasi yang tidak emergency ditunda dulu sampai waktu yang belum ditentukan dan untuk jadwal operasi emergency tetap dilaksanakan," ungkapnya.

Sebagai RS rujukan penanganan Covid-19 di Kuningan, Deki menjelaskan, RSUD 45 tidak ditutup dan masih melakukan pelayanan pasien.

"Jika RSUD ditutup, nanti siapa yang mau menerima pasien rujukan Covid-19 di Kuningan, masa harus ke RS di Cirebon, " ucapnya.

Sementara itu, dengan terpaparnya belasan Nakes dan pegawai RSUD 45 Kuningan oleh Virus Korona, angka kasus Covid-19 di Kuningan, per 03 Agustus 2020, ada total 2.524 kasus, dengan 2.473 kasus dinyatakan selesai dan tersisa 51 orang dalam proses.

Dari data kasus yang dikeluarkan  Crisis Center Penanganan Covid-19 Kuningan, juga mencatat 23 kasus Suspek, 17 kasus Rapid Positif, 1 kasus Probable, dan 27 kasus terkonfirmasi Covid-19 dalam pengawasan

"Kasus probable Covid-19, diartikan dalam kondisi seseorang yang masih suspek Covid dengan bergejala Covid-19 ISPA berat, koma, hingga meninggal. Namun belum ada hasil yang menunjukkan statusnya, apakah ia berstatus positif atau negatif Covid-19, " terang Jubir Crisis Center Covid-19 Kuningan menjawab pertanyaan wartawan.



Ia menandaskan lagi, untuk memastikan status yang probable itu, harus menunggu pemeriksaan laboratorium dengan kapasitas biosafety level (BSL) II atau dinamakan tes PCR. (Nars)

No comments

Powered by Blogger.