Jalan Lingkar Timur Karangmangu Dinilai Ganggu Pertanian Warga, Bupati Turun Tangan


KUNINGAN - Proyek pembangunan jalan lingkar timur di wilayah Desa Karangmangu, Kecamatan Karamatmulya, mendapat protes dari petani setempat. Proyek yang anggarannya bersumber dari APBN itu dinilai merugikan karena telah membuat sekira 15 hektar lahan pertanian milik warga tidak bisa mendapatkan suplai air.

Untuk mengairi lahan pertanian mereka, akhirnya para petani setempat mencoba membuat saluran air dengan menggunakan pipa. Namun rupanya pembuatan saluran air tersebut, malah menimbulkan masalah baru, karena tiang-tiang penyangga pipa itu, justru menghambat keluar masuknya kendaraan proyek.



Konflik antara petani dan pihak ketiga yang melaksanakan pembangunan Jalan Lingkar Timur tersebut akhirnya diketahui Bupati Kuningan, H Acep Purnama. Pada Selasa (08/09/2020), Acep beserta rombongan konsultan pelaksana proyek, Kepala Dinas PUTR Kuningan,  dan unsur Muspika setempat, datang langsung ke lokasi konflik.

"Iya tadi Pak Bupati beserta rombongan Dinas PUTR dan PT Seneca Indonesia yang diwakili konsultannya, mencoba berembug bersama perwakilan petani agar segera ditempuh solusi yang tepat untuk menyelesaikan permasalahan tersebut, " ungkap Camat Karamatmulya, Guruh Zulkarnaen, saat dikonfirmasi KR pada Selasa (08/09) sore.

Dalam pertemuan tersebut, akhirnya didapatkan solusi, bahwa pihak pelaksana pembangunan jalan lingkar, akan membuat saluran air irigasi agar laham pertanian warga seluas 15 hektar bisa terairi kembali.

"Pak Bupati mengatakan agar pihak ketiga membuat saluran air untuk lahan pertanian warga secepatnya, " ucap Guruh.

Pihaknya menyebutkan bahwa petani setempat tidak menolak adanya pembangunan jalan lingkar itu. Namun mereka pun ingin agar hak mereka untuk mendapatkan air bagi sawah mereka tidak terganggu.

"Tidak ada demonstrasi atau sejenisnya, petani tidak menolak pembangunan. Namun mereka juga ingin pertaniannya tidak terganggu, " ujar Guruh.

Terpisah, Bupati Kuningan memohon agar para petani tidak  terpancing emosi dengan kondisi seperti ini. Semua permasalahan, kata Acep, pasti ada solusinya.

Ia berharap pengusaha bisa melayani kebutuhan para petani, terutama agar saluran irigasi untuk lahan peertanian warga bisa dibuatkan lagi.



"Saya pikir,  ini bisa dilakukan dengan cara syphon dalam penyaluran airnya," kata Bupati di depan perwakilan pihak ketiga.

Ia menandaskan bahwa pembangunan jalan lingkar timur tersebut merupakan upaya yang dilakukan pemerintah agar bisa meningkatkan perekonomian masyarakat. Selain itu, akses jalan juga bisa membantu warga di bidang transportasi. (Nars)

No comments

Powered by Blogger.