Mahasiswa Unisa Beri Penyuluhan Cegah Stunting di Kuningan


KUNINGAN - Sebaran angka stunting di beberapa desa di Kabupaten Kuningan mendapat perhatian khusus mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Al-Ihya Kuningan. Peserta KKN yang beberapa di antaranya adalah mahasiswa Prodi Gizi dan Kesehatan Masyarakat tersebut menggelar penyuluhan penanggulangan stunting kepada masyarakat. 



Tidak sendirian, penyuluhan yang dilakukan di Desa Tugumulya Kecamatan Darma itu didampingi Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) yang melibatkan unsur PLKB Kecamatan Darma. 

Yuni Susilawati, salah satu mahasiswa Prodi Gizi menerangkan, perhatiannya terhadap stunting sejalan dengan informasi dari Pemkab Kuningan tentang penduduk Kuningan yang rawan mengalami stunting. Menurutnya, meskipun Desa Tugumulya tersebut tidak termasuk di dalamnya, penyukuhan tersebut penting dilakukan dalam rangka pencegahan. 

"Kami sampaikan kepada masyarakat bahwa stunting dapat dicegah dengan cara memenuhi asupan gizi bagi ibu hamil; rajin ke Posyandu, dan menjaga kebersihan sanitasi serta lingkungan, kata Yuni, Selasa (1/9/2020).

Menurutnya, penyuluhan stunting merupakan hal langkah yang sangat penting sebagai bentuk pencegahan. Sebab dengan ada giat tersebut masyarakat dapat memahami secara komprehensif mengenai bahaya dan cara mencegah stunting sehingga generasi Kuningan dari masa ke masa memiliki generasi yang sehat. 

"Mudah-mudahan informasi yang kami berikan dalam penyuluhan meningkatkan pemahaman warga tentang pentingnya asupan gizi yang seimbang. Hal ini penting tidak hanya masalah staunting, melainkan kesehatan secara umum," tuturnya. 

Ketua PLKB Kecamatan Darma, Nuryadi menyambut baik upaya mahasiswa yang turut serta mngampanyekan pentingnya asupan gizi seimbang. Khusus mengenai stunting dia menerangkan, bahwa sunting merupakan kondisi gagal pertumbuhan pada anak, baik tubuh maupun otak, akibat kekurangan gizi dalam waktu yang lama. 

"Akibat kekurangan gizi tersebut anak bisa terlihat  lebih pendek atau perawakan pendek dari anak normal seusianya dan memiliki keterlambatan dalam berpikir. Umumnya disebabkan asupan makan yang tidak sesuai dengan kebutuhan gizi,” kata Nuryadi.

Muhammad Noval Harits, selalu Ketua Kelompok KKN menambahkan, selain menggelar penyuluhan, pada kesempatan itu digelar juga pengabdian kepada masyarakat dalam aspek pendidikan. Pihaknya melibatkan mahasiswa Prodi Bahasa Inggris untuk menggelar pembelajaran bahasa Inggris bagi anak usia sekolah dasar yang berdomisili di RT 09 RW 03 Desa Tugumulya.

“Pembelajaran jarak jauh yang tengah diterapkan pemerintah di masa pandemi membuat peserta didik belum lagi merasakan pembelajaran di sekolah. Interaksi secara langsung ketika pembelajaran dengan guru tentu memiliki kelebihan tersendiri daripada pembelajaran secara daring,” ujar Noval didampingi Putri Septiani Mubarokah slaah satu mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris Unisa

Menurutnya, kelompok KKN 24 Unisa mecoba masuk memberikan pembelajaran dengan menciptakan situasi yang hampir mirip di sekolah. Hanya saja, sebagaimana anjuran pemerintah, pihaknya tetap mengedepankan protokol kesehatan, diantaranya yaitu rutin cuci tangan, jaga jarak, dan memeriksa suhu tubuh. 



“Interaksi secara langsung dengan anak-anak diharapkan dapat mempermudah keterserapan pengetahuan. Kini yang kami berikan pembelajaran mengenai bahasa Inggris. Ke depan tentu berbagai mata pelarajan lainnya akan kami sampaikan sebagai wujud bakti kami KKN 24 Unisa kepada warga desa,” pungkas Noval.(Rilis)

No comments

Powered by Blogger.