Tak Ada Saptonan dan Karnaval Budaya pada Hari Jadi Kuningan Tahun Ini


KUNINGAN - Kemeriahan Peringatan Hari Jadi ke-522 Kuningan berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Jika biasanya Hari Jadi Kota yang terletak di paling timur Jawa Barat ini diperingati meriah dengan rangkaian acara kolosal, namun pada tahun ini banyak acara seperti itu dihilangkan.

Bupati Kuningan, H Acep Purnama, saat diwawancarai usai Sidang Paripurna Istimewa Hari Jadi ke-522 Kuningan di gedung DPRD, Selasa (01/09/2020), mengatakan ditiadakannya rangkaian acara tersebut karena saat ini masih dalam kondisi Pandemi Covid-19.



"Iya beberapa acara dihilangkan karena masih masa Adaptasi Kebiasaan Baru. Untuk itu Kami mohon maaf kepada masyarakat. Mudah-mudahan hanya tahun ini saja seperti ini, " ucapnya.

Namun pihaknya berharap, meski peringatan Harjad Kuningan ini sederhana, tidak mengurangi esensi dan makna dari pentingnya acara yang rutin diperingati tiap tahun ini.

"Saya tetap meminta masyarakat untuk bersama-sama mentaati protokol kesehatan sehingga pandemi bisa segera berakhir dan kegiatan rutin yang biasa diadakan bisa kembali dilakukan, " kata Acep.

Untuk diketahui, banyak masyarakat mempertanyakan kenapa dalam peringatan Harjad Kuningan tahun ini tidak digelar agenda meriah seperti tahun sebelumnya.


Setiap tahunnya, di Kabupaten Kuningan pada Bulan Agustus dan September selalu digelar agenda kemeriahan hari jadi. Beberapa kegiatan yang dihilangkan tahun ini di antaranya adalah, Tradisi Saptonan, Lomba Panahan Tradisional,  Seba, Kawin Cai, Karnaval Budaya, Pacuan Kuda Tradisional dan Pekan Raya Kuningan.



Ketua Panitia Peringatan Hari Besar Nasional Pemkab Kuningan, Dadi Hariadi, juga membenarkan tidak digelarnya acara-acara tersebut pada Harjad ke-522 Kuningan ini.

"Iya kegiatan yang digelar hanya yang kemarin dan hari ini dilakukan, seperti ziarah ke makam leluhur, Rapat Paripurna Istinewa dan Tasyakuran Hari Jadi Kuningan yang akan digelar nanti malam di Petndopo, " ujarnya. (Nars)

No comments

Powered by Blogger.