Belum Diketahui, Polisi Selidiki dan Cari Identitas Orangtua Pembuang Bayi yang Dimakan Biawak


KUNINGAN - Sehari paska penemuan mayat bayi di aliran Sungai Ciporang, Desa Pajawanlor, Kecamatan Ciawigebang, pada Senin (26/10/2020) kemarin, aparat kepolisian Polres Kuningan terus mencari siapa gerangan orangtua biadab yang diduga tega membuang anaknya sendiri hingga meninggal dalam keadaan tragis.

Hingga Selasa (27/10) ini, Polisi masih mencari siapa orang tua dari mayat bayi tersebut.



Kasatreskrim Polres Kuningan, AKP Danu Raditya Atmaja, ketika dikonfirmasi media membenarkan bahwa pihaknya masih melakukan penyelidikan dan mencari identitas orangtua bayi malang tersebut.

" Dari tali pusar yang masih menempel pada tubuh bayi tersebut diduga bayi yang dibuang ini diperkirakan baru dilahirkan, " terang Danu.

Pada tahun 2020 ini, disebutkannya, kasus pembuangan bayi di wilayah hukum Polres Kuningan sudah terjadi dua kali. Penemuan mayat bayi yang pertama di tahun ini, terjadi pada 21 Agustus 2020 lalu.


"Iya, tahun ini sudah dua kali terjadi kasus pembuangan bayi. Yang pertama pada 21 Agustus lalu di Desa Cantilan, Kecamatan Salajambe, bayi yang ditemukan sudah dalam keadaan membusuk, " jelasnya.

Kedua, imbuhnya, yang terjadi Senin (26/10) kemarin. Dari kedua penemuan mayat bayi tersebut, sama-sama masih memiliki tali pusar di tubuhnya.

"Dugaan bayi tersebut baru lahir lalu dibuang. Sampai sekarang orang tuanya belum ditemukan, kalau sudah pasti langsung di ekspos," sebutnya.


Sebelumnya diberitakan, mayat bayi malang ditemukan warga Desa Pajawanlor, Kecamatan Ciawigebang, Kabupaten Kuningan, di aliran Sungai Ciporang pada Senin (26/10/2020) sekira pukul 08:45 WIB.

Sangat tragis, saat ditemukan kondisi tubuh mayat bayi itu sudah tidak utuh. Kaki kiri bayi malang itu sudah tidak ada, diduga dimangsa Biawak.


Saat dikonfirmasi, Kapolsek Ciawigebang, Kompol Yayat Hidayat, membenarkan kejadian penemuan mayat bayi pada Senin pagi itu.


Yayat mengatakan saat ini mayat bayi berjenis kelamin laki-laki tersebut sudah dibawa ke RSUD 45 Kuningan untuk dilakukan pemulasaraan.

"Hasil pengecekan ternyata seorang bayi laki-laki dengan tali puser yang masih melekat di perutnya dan kaki sebelah kiri sudah tidak ada," terang Yayat. (Nars)

No comments

Powered by Blogger.