KAMMI Kuningan Desak Nuzul Rachdi Mundur

Bismillahirohmanirrohim

Pernyataan Sikap PD KAMMI Kuningan

Mencermati video yang beredar mengenai statement yang disampaikan Ketua DPRD Kab. Kuningan, Bpk. Nuzul Rachdy yang mengatakan bahwa Pondok Pesantren pembawa limbah wabah dan pembawa limbah lainnya sangatlah tidak etis, mengingat beliau juga adalah seorang pejabat publik yang seharusnya mengayomi masyarakat dan memberi solusi ditengah krisis pandemi covid-19. 


KAMMI Sebagai organisasi yang bernafaskan islam yang merupakan bagian dari masyarakat kuningan & umat Islam merasa kecewa & geram karena pernyataan tersebut dinilai telah menciderai hati masyarakat. Oleh karena itu, dengan ini KAMMI Daerah Kuningan menyatakan sikap sebagai berikut :



1. Mendesak Ketua DPRD Kab. Kuningan, Nuzul Rachdy untuk mengklarifikasi statement yang dilontarkan kepada pondok pesantren Husnul Khotimah dan Al Multazam

2. Mendesak Ketua DPRD Kab. Kuningan, Nuzul Rachdy untuk meminta maaf kepada Pondok Pesantren Husnul Khotimah dan Al Multazam dan  Umat Islam seluruhnya secara langsung melalui ruang media massa.

3. Mendesak Nuzul Rachdy untuk Mengundurkan diri sebagai ketua DPRD Kab. Kuningan



4. Meminta kepada para pejabat publik untuk tidak mendiskreditkan segala bentuk yang merendahkan, merusak, dan menjatuhkan nama baik pondok pesantren atau lembaga Islam lainnya.

5. Mendesak seluruh pejabat publik untuk terus mendukung dan berupaya serius dalam menyelesaikan Pandemi ini. 


6. Mengajak seluruh Masyarakat untuk mendukung dan berdoa bersama untuk  pondok pesantren husnul khotimah dalam penanganan pandemi covid-19. 


Kadept. Kebijakan Publik

M. Ramadhan


Ketua Umum PD KAMMI Kuningan

Iis Mukhlis

5 comments:

  1. Sebaiknya mundur saja, belum dewasa dalam berbicara. Apalagi seorang leader harus betul-betul lebih dewasa dalam segala hal, karena sebagai figur publik. Ini sebagai pengalaman ke depan, upayakan dalam memilih pemimpin yang benar2 bisa menjadi panutan.

    ReplyDelete
  2. Sebaiknya mundur saja, belum dewasa dalam berbicara. Apalagi seorang leader harus betul-betul lebih dewasa dalam segala hal, karena sebagai figur publik. Ini sebagai pengalaman ke depan, upayakan dalam memilih pemimpin yang benar2 bisa menjadi panutan.

    ReplyDelete
  3. Mumdur atau paksa disuruh mumdur
    .samgat bahaya pjbat publik tdk bisa mnjaga lidahnya
    .

    ReplyDelete
  4. Teu aneh,,,ari geus ngajedog di korsi EMPUK mah,, jol ngadak2 poho janji, jeung ngomong teu bisa di jaga,,geus ka turubab ku pangkat kitu

    ReplyDelete
  5. pertanyaannya apa yg menjadi latar belakang Nuzul mengucapkan seperti itu??

    ReplyDelete

Powered by Blogger.