Masyarakat Boleh Tangkap Pelaku Vandalisme

KUNINGAN,- Masyarakat di Kabupaten Kuningan diperbolehkan menangkap pelaku vandalisme (aksi corat-coret di tembok fasilitas umum) kemudian diserahkan ke Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) untuk ditindaklanjuti dan diberikan pembinaan.

Hal itu dikatakan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (LH) Kabupaten Kuningan, Wawan Setiawan, S.Hut, MT, kepada media ini di ruang kerjanya, Kamis (15/10/2020).

“Jika masyarakat melihat pelaku vandalisme sedang mencorat-coret tembok fasilitas umum silahkan tangkap dengan didukung bukti misalnya foto dan bahan atau cat yang digunakan untuk corat-coret di tembok, kemudian pelaku itu diserahkan ke Sat Pol PP,” katanya.

Menurutnya, menjaga kebersihan dan keindahan lingkungan bukan hanya tanggungjawab pemerintah saja tapi seluruh masyarakat harus turut berpartisipasi memberikan pemahaman kepada pelaku vandalisme agar wajah Kabupaten Kuningan menjadi indah, nyaman dan bersih dari aksi vandalisme.



Dijelaskan, Dinas LH secara periodik terus melakukan pembersihan sarana publik atau fasilitas umum agar Kabupaten Kuningan nampak bersih dan indah sehingga ke depan diharapkan akan meraih kembali penghargaan Adipura.

“Belum lama ini kami telah membersihkan tembok di sekitar Stadion Mashud Wisnusaputra,” katanya.

Kenapa hanya Stadion Mashud Wisnusaputra saja ? ia mengatakan, itu baru satu titik dan nanti program pembersihan tembok akan diperluas ke tempat lainnya karena saat ini fokus pemangkasan pohon di pinggir menjelang musim penghujan.     

“Termasuk pemangkasan pohon yang menghalangi Penerangan Jalan Umum (PJU) dan penataan jalur taman, seperti median jalan di sepanjang jalan baru, sekarang sudah tertata dengan baik,” katanya.  

Bukan hanya itu, imbuhnya, Dinas LH sudah dua kali setiap Jumat menggunakan kendaraan Bis berkeliling menyampaikan informasi atau wawar kepada masyarakat pentingnya menjaga keindahan dan kebersihan lingkungan.

“Pertama kita ke Wilayah Kecamatan Lebakwangi kemudian Jumat kemarin ke Cigugur,” katanya.   

Terkait pelaku vandalisme di tembok sekolah yang dilakukan oleh pelajar, ia menjelaskan, akan berkoordinasi dengan pihak sekolahnya. 

Tapi jika vandalisme itu di tembok atau fasilitas umum lain, hal itu akan dikoordinasikan dengan Satpol PP dan pihak sekolah agar melakukan pembinaan dan sosialisasi kepada siswanya untuk menjaga kebersihan lingkungan.

“Harap maklum kemarin anggaran kita terkena recofusing yang SBL (Sekolah Berbudaya Lingkungan) kita belum melakukan hanya mengundang tokoh-tokoh dari SBL dan ke depan dijadwalkan sosialisasi ke sekolah-sekolah menunggu anggaran perubahan,” katanya. (deha)

No comments

Powered by Blogger.