Alumni Pondok Modern Al Ikhlas Ciawilor Miliki Klub Sepakbola yang Layak Diperhitungkan


KUNINGAN - Alumni Pondok Pesantren Modern Al-Ikhlas, Kecamatan Ciawigebang Kabupaten Kuningan, kini memiliki klub sepakbola yang tangguh. Klub kebanggaan Alumnus Pondok Modern Al-Ikhlas ini diberi nama bRaya Al-Ikhlas.

Guna mengasah ketajaman bermain Si Kulit Bundar, bRaya Al-Ikhlas sudah 5 pekan menjalin adu tanding dan silaturahmi dengan klub-klub sepakbola desa lainnya.

Dari roadshow yang dilakukannya selama 5 pekan tersebut, bRaya Al-Ikhlas terlihat makin menunjukan tajinya sebagai tim sepakbola yang patut diperhitungkan.



"Alhamdulillah dari lima pekan adu tanding silaturahmi dengan masyarakat Kuningan berbuah manis. Dari 5 laga, bRaya Al-Ikhlas berhasil mencatatkan 4 kemenangan dan  1 kekalahan, " ucap salah seorang Alumnus Pondok Al-Ikhlas, Dede Awaludin pada KR, Sabtu (21/11/2020). 

Di laga terakhir, ucapnya, bRaya berhasil mengalahkan Klub KKGO (Kelompok Kerja Guru Olahraga) Kecamatan Ciawigebang.


"Dengan demikian, sudah 4 kemenangan yang dibukukan oleh tim besutan Al-Ustadz senior Ading ini, " kata Dede.

Tim bRaya, terangnya, merupakan kolaborasi pemain gaek dan pemain muda banyak disebut-sebut sebagai tim yang bisa merusak dominasi klub-klub sepakbola yang sudah malang melintang di Kabupaten Kuningan.


Terpantau, dalam adu tanding terakhir, di lapangan sepakbola Babakan Ciawilor, bRaya Al-ikhlash menurunkan skuad terbaik minus Striker Delon dan masih dihiasi olehTtebe aliasTtubagus Latif Toghe Chule atau Dede Sulaiman, Agi Muhaimin dan Mamat.

Sedangkan dari tim KKGO terlihat pemain-pemain berbakat seperti Irfan Jaya yang memiliki kualitas permainan diatas rata-rata.

Laga tersebut juga dianggap spesial karena dihadiri langsung oleh Mudir Ponpes Modern Al-ikhlas, Dr.H. Tata Taufik M.A. dan juga Ketua IKPPMI, Ustadz Anton Sulaiman.

Tak mau kalah, apalagi dihadiri oleh Pimpinan Ponpes Modern Al-ikhlash, Tim bRaya mengahajar lawannya dengan skor 6-4.

Babak pertama berjalan, Mamat dan Muhaimin membukukan brace atau 2 gol ke gawang KKGO. Sedangkan KKGO hanya membalas 1 gol d babak pertama

Babak kedua bejalan cukup alot. Karena terlena dengan kemenangan di babak pertama, di babak kedua terlihat pertahaanan bRaya sedikit kendor .

Alhasil, pemain KKGO bernomor punggung 7, Irfan Jaya yang merupakan Guru SDN 1 Mekarjaya  berhasil membukukan hattrick untuk KKGO.

Walaupun  bermain tandang,  KKGO berhasil memberikan perlawanan sengit. Beruntung bRaya Al-ikhlash memiliki striker lain, Agi, yang berhasil menjebol gawang KKGO sebanyak 2 gol berikutnya. 

Hingga akhir petandingan  skor 6-4 untuk kemenangan bRaya Al-Ikhlash tidak berubah.

"Tingginya tensi permainan membuat beberapa pemain harus terkapar di tengah lapangan bahkan terlihat ada insiden kecil yang membuat beberapa pemain terpancing emosi, " kata Delon, sapaannya.


Tapi karena niatan dari pertandingan  ini adalah ajang silarurahmi, apalagi tim bRaya Al-Ikhlas banyak dihuni oleh ustadz-ustadz senior sehingga hal yang tidak diinginkan pun tidak terjadi.



Di akhir pertandingan rasa kekeluargaan pun terlihat senyum yang berkembang menunjukan bahwa benturan di lapangan hanyalah bagian dari olahraga.

Mudir Al-ikhlash, Dr H Tata Taufik MA berpesan kepada para alumninya agar tetap menjaga silaturahmi dengan almamaternya.

"Terus menyebarkan syiar agama dalam bentuk apapun, " pesan putra sesepuh Pontren Modern Al-Ikhlas, KH Afandi ini. (Nars)

No comments

Powered by Blogger.