Jelang Lima Tahun Berdirinya, Kebun Raya Kuningan Terus Berbenah, Komitmen Laksanakan Fungsi Pendidikan Lingkungan

KUNINGAN - Lokasi wisata yang juga jadi ikon pariwisata di Kabupaten Kuningan Jawa Barat, Kebun Raya Kuningan (KRK) terus berbenah menjelang usianya yang ke 5 tahun. Selain melengkapi wahana-wahana seperti dengan penambahan sebuah kolam renang, pengelola KRK pun terus menjalankan berbagai kegiatan bertema pendidikan lingkungan sesuai fungsinya.

Salah satu kegiatan sedang digalakkan di KRK yang bisa diikuti pengunjung adalah kegiatan pendidikan lingkungan berupa budidaya pohon atau tanaman.


Seperti yang terlihat pada Rabu (04/11/2020), sekelompok pengunjung yang merupakan guru-guru dari salah satu sekolah di sekitar Cirebon, larut dalam kegiatan pembuatan tanaman yang dipandu oleh petugas KRK di area persemaian.

Kepala UPTD Kebun Raya Kuningan, Asep Zulkarnaen, saat dikonfirmasi, menjelaskan bahwa tujuan dari kegiatan ini adalah untuk  meningkatkan pengetahuan dan keterampilan bagi masyarakat tentang pembuatan tanaman dari mulai teknis pembuatan bibit dan dilanjutkan ke proses penanaman pohon.



"Pendidikan lingkungan pada masyarakat merupakan salah satu fungsi berdirinya KRK. Dengan dilaksanakannya pendidikan lingkungan bagi pengunjung, diharapkan nanti suatu saat akan dilakukan transfer keterampilan kepada masyarakat lainnya, " papar Asep, Rabu sore.

Kebun Raya Kuningan, kata Asep, merupakan salah satu destinasi obyek wisata unggulan dengan tujuan wisata minat khusus.

"Selain pembelajaran tentang alam dapat juga dilakukan rekreasi, serta refrehing di alam bebas, " imbuhnya.

Disebutkannya, KRK sendiri merupakan salah satu kawasan konservasi eks situ yang dikelola oleh Pemerintah Kabupaten Kuningan, melalui Dinas Lingkungan Hidup. Di tingkat lapangan, bertindak sebagai operator atau pengelolanya adalah UPTD KRK.

Menjelang usianya yang kelima tahun, sejak didirikan, KRK berperan menjadi sebuah kebun raya yang terus dipacu pembenahan pada sektor perkebun-rayaan.



"Ini merupakan target prioritas utama kami, khususnya peningkatan mutu tanaman koleksi dan semua harus disokong oleh tenaga-tenaga yang handal, " tandasnya.

Asep megatakan juga bahwa di Kabupaten Kuningan, KRK merupakan benteng terakhir dalam mengamankan plasma nutfah yang ada di bumi.

Ujung tombak dalam kegiatan pendidikan lingkungan terkait pembudidayaan tanaman ini, pihaknya sudah mempersiapkan pendampingan kegiatan oleh para petugas di bidang persemaian.

"Juga oleh petugas lapangan pemelihara sekaligus petugas perkebun-rayaan dari staf UPTD KRK, " pungkasnya.

Untuk diketahui, lokasi Obyek Wisata Alam KRK ini berada di Desa Padabeunghar, Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Kuningan.

Kebun Raya Kuningan dibangun pada Tahun 2013 dan diresmikan pada Tahun 2015, memanfaatkan lahan bekas perkebunan swasta di desa tersebut.


Sejak berdirinya KRK dikenal dengan Taman Tematik Bunga Kuning yang mempunyai fungsi konservasi, penelitian, pendidikan lingkungan, dan jasa lingkungan/wisata.

Kebun raya yang berada dibawah bimbingan LIPI (PKT Kebun Raya Bogor) ini memiliki luas sekira 156 hektar yang terbagi kepada 9 zona dan mengembangkan 50 family tanaman. (Nars)

No comments

Powered by Blogger.