Jelang Putusan Sidang Kode Etik BK DPRD Kuningan, IMM dan KAMMI Gelar Aksi Massa Lagi Pagi Ini


KUNINGAN - Menurut jadwal persidangan kode etik yang dikeluarkan Badan Kehormatan (BK) DPRD Kuningan, pada Senin (02/11/2020) ini merupakan persidangan terakhir perkara dugaan kode etik "Diksi Limbah" dengan teradu Ketua DPRD Kuningan, Nuzul Rachdy.

Menurut informasi yang sampai ke meja KR, Senin ini, jelang putusan Sidang BK tersebut, akan terjadi lagi gelombang aksi massa ke gedung rakyat tersebut.

Menurut satu salinan surat pemberitahuan aksi dari Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Kabupaten Kuningan, mereka pagi ini akan mendatangi Gedung DPRD Kuningan untuk menagih "janji" BK DPRD Kuningan yang akan menurunkan Nuzul Rachdy dari jabatan Ketua DPRD. 

Dari pantauan KR di lokasi, Gedung DPRD Kuningan, tepatnya di sekitar pintu gerbang dan halaman, nampak jajaran aparat Polres Kuningan bersiaga untuk mengamankan berlangsungnya aksi massa. 



Massa IMM dan KAMMI datang sekira pukul 10:30 WIB, berjumlah sekira 80 orang dengan membawa atribut bendera dan poster. 

Korlap Aksi IMM, M Irsyad, saat orasi menyebutkan bahwa kedatangan mereka meski dengan jumlah sedikit, tak akan surut semangat dalam memperjuangkan kebenaran untuk rakyat Kuningan. 

"Jumlah kita boleh sedikit, tapi kita akan tetap tagih janji BK untuk memakzulkan Nuzul Rachdy yang telah menistakan dan melecehkan pondok pesantren, " orasinya. 

Sementara dalam orasi yang lain, dari KAMMI Kuningan, Rama meneriakkan bahwa hingga saat ini tidak ada itikad baik dari Ketua DPRD untuk memperbaiki sikapnya. 

Rama juga tetap mengajak massa untuk tak gentar hingga Ketua DPRD Kuningan, Nuzul Rachdy, turun dari jabatannya. 

"Bukti tidak ada keseriusan dari DPRD, lihat saja segel yang kita pasang saat aksi yang lalu, saat ini sudah tidak terpasang, " sebutnya. 

Terpisah, di dalam gedung DPRD, proses persidangan kode etik BK masih berlangsung. Namun tak bisa dipantau langsung, karena tertutup dan dengan pengawalan ketat. (Nars) 

No comments

Powered by Blogger.